Swasembada daging, gula dan kedelai sulit tercapai

Rabu, 16 Oktober 2013 - 20:02 WIB
Swasembada daging, gula...
Swasembada daging, gula dan kedelai sulit tercapai
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memperkirakan hanya beras dan jagung yang bisa swasemba pada 2014, dari lima bahan pangan pokok yang direncanakan swasembada tahun depan.

Kelima komoditas tersebut yaitu beras, jagung, kedelai, gula, dan daging sapi. Selain beras dan jagung, diperkirakan sulit untuk mencapai status swasembada karena masih didera berbagai macam persoalan.

"Kita tidak tutup kemungkinan ada beberapa komoditas yang kemungkinan tidak tercapai (swasembada)," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Suswono di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (16/10/2013).

Suswono mengatakan, kendala dalam swasembada kedelai antara lain karena pada awalnya tidak menjanjikan. Dia juga mengharapkan dengan harga jaminan Rp7.400 per kilogram (kg) akan lebih menarik bagi petani.

"Persoalannya lagi kalau tidak ada lahan baru, yang terjadi nanti (petani) bisa trade off. Karena itu, perlu tambahan lahan baru untuk pengembangan kedelai. Sejak awal saya canangkan minimal 500 ribu hektare," ujarnya.

Menurutnya, wacana swasembada daging sapi juga masih sulit diwujudkan. Hal ini diperkuat dengan studi Universitas Indonesia (UI) yang menulis bahwa total kebutuhan daging 2013 sebesar 600 ribu ton, sedangkan penghitungan swasembada tahun ini hanya 549 ribu ton.

"Karena itu kita ingin optimalkan integrasi (perkebunan) sawit dengan ternak. Kalau saja integrasi dari luas lahan total 9,4 juta hektare bisa kita optimakan 5 juta hektare, dan setiap 1 hektare ada 2 ekor sapi bisa tambah populasi 10 juta ekor sapi," terangnya.

Sementara untuk gula, selain permasalahan kekurangan lahan tebu sebesar 350 ribu hektare, Suswono juga menyebut kekurangan pabrik gula sebagai alasan utama swasembada gula dapat dicapai pada 2014.

"Pembangunan pabrik gula yang diperlukan sebanyak 20 pabrik gula, dan ini belum dapat terwujud," pungkas Suswono.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
28 menit yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
33 menit yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
43 menit yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
2 jam yang lalu
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
2 jam yang lalu
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved