Kemendag dan BKPM tingkatkan volume perdagangan

Kamis, 17 Oktober 2013 - 12:53 WIB
Kemendag dan BKPM tingkatkan...
Kemendag dan BKPM tingkatkan volume perdagangan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berhasil mengumpulkan 600 orang dari kalangan dunia usaha, eksportir, investor, akademisi, dan asosiasi untuk berdialog mengenai upaya peningkatan volume perdagangan dan investasi Indonesia.

Acara Trade and Investment Seminar yang bertemakan Trade to Invest in Remarkable Indonesia: Enchancing Export and Domestic Market through Investment ini digelar di JIExpo, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Dalam acara tersebut, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Kepala BKPM Mahendra Siregar menjelaskan peluang dan tantangan dalam melakukan perdagangan dan investasi di Indonesia kepada para pelaku bisnis dan investor terkemuka.

"Tidak hanya informasi, kami juga akan membantu mencarikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh dunia usaha," terang Gita.

Di akhir acara seminar, Kemendag dan BKPM menyelenggarakan kegiatan one on one meeting bagi para investor yang hadir.

"Tujuannya agar para investor dapat memahami lebih jauh potensi investasi di Indonesia, khususnya investasi di daerah-daerah," ujar Mahendra.

Kegiatan lain yang termasuk rangkaian acara Trade and Investment seminar ini adalah regional discussion untuk memberikan informasi produk potensial dan akses pasar luar negeri.

Gita menargetkan, peserta regional discussion ini sekitar 60 peserta yang terdidi dari pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan calon eksportir.

"Kami akan membagi mereka kepada tujuh kelas yang didasarkan tujuan ekspor, yaitu ASEAN, Australia-New Zealand (ANZ), Asia non ASEAN, Timur Tengah, Eropa bagian Timur, Eropa bagian Barat, Amerika, dan Afrika," terang dia.

Selain itu, Kemendag dan BKPM juga akan memfasilitasi para peserta UKM dan calon eksportir yang ingin memahami lebih detail peluang dan tantangan dalam mengekspor produk melalui business councelling yang dibagi empat wilayah yaittu ASEAN dan Asia Non ASEAN, Australia, Timur Tengah, dan Afrika, Eropa serta Amerika.

"Selain informasi dan solusi, kami berharap melalui forum seminar dan konseling ini, para pelaku usaha di Indonesia dapat langsung menjalin networking dengan calon mitra dagang," pungkas Mendag.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Berita Terkini
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
3 jam yang lalu
Perusahaan Hadapi Tantangan...
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
3 jam yang lalu
ASEAN-India Bazaar 2026...
ASEAN-India Bazaar 2026 Dorong Ekonomi Kreatif dan Peluang Bisnis Lintas Kawasan
4 jam yang lalu
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
4 jam yang lalu
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis IndonesiaJepang Percepat Investasi High-Tech
5 jam yang lalu
Dua Hari Terganggu,...
Dua Hari Terganggu, Sistem Kelistrikan di Sumbar Kembali Pulih 100%
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved