Dahlan minta perusahaan BUMN tiru Pertamina
Minggu, 20 Oktober 2013 - 14:32 WIB
Dahlan minta perusahaan BUMN tiru Pertamina
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan meminta perusahaan-perusahaan milik negara mencontoh PT Pertamina (Persero) dalam mengerjakan laporan keuangannya.
Pertamina dinilai sebagai BUMN yang paling disiplin dalam menyelesaikan pembuatan laporan keuangan. "Laporan keuangan saya minta BUMN untuk disiplin. Terakhir nanti RUPS (rapat umum pemegang saham) pada April dan tidak ada lagi (penyerahan laporan keuangan) pada Mei, apalagi Juli," kata Dahlan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pertamina tercatat mengumumkan neraca perusahaan 2012 yang sudah diaudit pada 1 Februari, jauh lebih awal bila dibanding perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efek. Sekalipun belum menjadi perusahaan terbuka, BUMN energi tersebut berkomitmen mempelopori transparansi publik.
"Semuanya harus bisa, baik BUMN yang listed maupun yang belum. Pertamina saja bisa menyampaikan laporan keuangannya pada 1 Februari, padahal kan dia begitu besar dan banyak anak usahanya," ujarnya.
Berkat kinerja serta transparansi yang diterapkan perusahaan, kendati belum merupakan perusahaan terbuka, Pertamina menjadi satu satunya perusahaan nasional yang menempati urutan ke-122 dalam daftar bergengsi Fortune 500.
Pencapaian ini menjadi modal Pertamina yang mematok target masuk dalam urutan 100 perusahaan kelas dunia di majalah bergengsi tersebut pada 2025.
Menanggapi pencapaian tersebut, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan beberapa waktu lalu mengatakan, keberhasilan Pertamina ini juga menjadi ikon bagi Indonesia yang pertumbuhan ekonominya tertinggi ke dua di Asia.
Keberhasilan itu, kata dia, juga menjadi harapan bagi bangsa ini untuk memanfaatkan kebangkitan ekonomi nasional di tengah perekonomian dunia yang masih terpuruk. Selang beberapa bulan kemudian, Karen kembali didaulat masuk ke dalam jajaran 50 Most Powerful Women in Business pada posisi ke-6 menurut majalah Fortune Global.
Keberhasilan tersebut memperbaiki prestasi pada tahun sebelumnya di peringkat ke-19 dalam 50 Most Powerful Women in Business. Dengan peningkatan tersebut, Karen juga termasuk salah satu dari sembilan wanita pebisnis berpengaruh yang mengalami perubahan posisi positif terbesar.
Atas penghargaan tersebut, dia menegaskan bahwa hal ini merupakan penghargaan bagi Pertamina dan seluruh bangsa Indonesia. "Tanpa dukungan penuh seluruh komponen bangsa, maka Pertamina tidak akan bisa mencapai prestasi seperti saat ini," pungkas Karen.
Pertamina dinilai sebagai BUMN yang paling disiplin dalam menyelesaikan pembuatan laporan keuangan. "Laporan keuangan saya minta BUMN untuk disiplin. Terakhir nanti RUPS (rapat umum pemegang saham) pada April dan tidak ada lagi (penyerahan laporan keuangan) pada Mei, apalagi Juli," kata Dahlan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pertamina tercatat mengumumkan neraca perusahaan 2012 yang sudah diaudit pada 1 Februari, jauh lebih awal bila dibanding perusahaan terbuka yang tercatat di bursa efek. Sekalipun belum menjadi perusahaan terbuka, BUMN energi tersebut berkomitmen mempelopori transparansi publik.
"Semuanya harus bisa, baik BUMN yang listed maupun yang belum. Pertamina saja bisa menyampaikan laporan keuangannya pada 1 Februari, padahal kan dia begitu besar dan banyak anak usahanya," ujarnya.
Berkat kinerja serta transparansi yang diterapkan perusahaan, kendati belum merupakan perusahaan terbuka, Pertamina menjadi satu satunya perusahaan nasional yang menempati urutan ke-122 dalam daftar bergengsi Fortune 500.
Pencapaian ini menjadi modal Pertamina yang mematok target masuk dalam urutan 100 perusahaan kelas dunia di majalah bergengsi tersebut pada 2025.
Menanggapi pencapaian tersebut, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan beberapa waktu lalu mengatakan, keberhasilan Pertamina ini juga menjadi ikon bagi Indonesia yang pertumbuhan ekonominya tertinggi ke dua di Asia.
Keberhasilan itu, kata dia, juga menjadi harapan bagi bangsa ini untuk memanfaatkan kebangkitan ekonomi nasional di tengah perekonomian dunia yang masih terpuruk. Selang beberapa bulan kemudian, Karen kembali didaulat masuk ke dalam jajaran 50 Most Powerful Women in Business pada posisi ke-6 menurut majalah Fortune Global.
Keberhasilan tersebut memperbaiki prestasi pada tahun sebelumnya di peringkat ke-19 dalam 50 Most Powerful Women in Business. Dengan peningkatan tersebut, Karen juga termasuk salah satu dari sembilan wanita pebisnis berpengaruh yang mengalami perubahan posisi positif terbesar.
Atas penghargaan tersebut, dia menegaskan bahwa hal ini merupakan penghargaan bagi Pertamina dan seluruh bangsa Indonesia. "Tanpa dukungan penuh seluruh komponen bangsa, maka Pertamina tidak akan bisa mencapai prestasi seperti saat ini," pungkas Karen.
(izz)
Lihat Juga :