Muhaimin ajak buruh perjuangkan kenaikan upah 2014

Senin, 21 Oktober 2013 - 17:20 WIB
Muhaimin ajak buruh...
Muhaimin ajak buruh perjuangkan kenaikan upah 2014
A A A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar mengajak para pekerja/buruh agar memanfaatkan keberadaan Dewan Pengupahan sebagai sarana untuk memperjuangkan kenaikan upah minimum 2014.

Setiap aspirasi, kata dia, usulan dan tuntutan yang diajukan para pekerja/buruh maupun pengusaha diyakini akan lebih baik bila disalurkan melalui jalur dialog dalam forum di Dewan Pengupahan. Sehingga tercipta solusi menguntungkan semua pihak.

"Demo hanya menghabiskan energi, lebih baik kita manfaatkan keberadaan Dewan Pengupahan. Energi untuk demo bisa digunakan lebih produktif lagi untuk bekerja memajukan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja," kata dia dalam rilisnya, Senin (21/10/2013).

Menurutnya, keberadaan wakil-wakil buruh di dalam Dewan Pengupahan harus memperjuangkan kepentingannya secara maksimal. Hal ini agar dapat berhasil secara obyektif dalam menetapkan angka upah minimum yang ideal.

"Pemerintah terus berupaya mencari solusi menguntungkan semua pihak baik itu pengusaha maupun pekerja dalam proses penetapan upah minimum. Ketimbang berdemo lebih baik berdialog secara terbuka di Dewan Pengupahan," kata dia.

Muhaimin menuturkan, selama ini pemerintah berupaya mengakomodasi tuntutan pekerja/buruh, termasuk masukan dan saran dari kalangan pengusaha. Di satu sisi pemerintah giat mendorong dunia usaha/industri nasional bisa terus berkembang dan di sisi lain pekerja/buruh bisa sejahtera dan terhindar PHK.

Para pekerja pun bisa menggunakan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang melibatkan wakil pekerja, pengusaha dan pemerintah untuk berdialog terkait kenaikan upah, outsourcing, jaminan sosial, dan lainnya.

"Gunakan proses dialog baik antara serikat pekerja, pemerintah dan pengusaha dalam forum Tripartit Nasional. Yang paling penting adalah mencegah dan menghindari terjadinya PHK pekerja/buruh terkait kenaikan UMP ini," katanya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
79% Netizen Anggap Kenaikan...
79% Netizen Anggap Kenaikan Utang Negara sebagai Beban
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved