Buruh ancam mogok massal akhir bulan ini

Senin, 21 Oktober 2013 - 19:39 WIB
Buruh ancam mogok massal...
Buruh ancam mogok massal akhir bulan ini
A A A
Sindonews.com - Buruh mengancam akan melakukan mogok nasional pada 28 Oktober hingga 1 November. Mereka menuntut kenaikan upah 50 persen yang berlaku secara nasional.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, mogok nasional akan dilakukan di 200 kabupaten kota dan 20 provinsi. Sebanyak 20.000 buruh yang tergabung dalam asosiasinya sudah menyatakan diri akan ikut. Lalu serikat buruh Tangerang, Semarang dan Makassar juga sudah mengkonfirmasikan untuk bergabung.

"Aktivitas produksi di kantor dan pabrik-pabrik otomatis kami hentikan pada mogok nasional nanti," kata Said Iqbal pada siaran persnya, Senin (21/10/2013).

Said menyatakan, buruh menuntut pemerintah menaikkan upah 50 persen secara nasional. Kenaikan ini juga harus dinegosiasikan melalui dewan pengupahan daerah. Misalnya kenaikan upah minimum provinsi di Sulawesi Selatan pada 2014 harus Rp2.160.000 dan untuk upah minimum kabupaten di Makassar Rp2.250.000. Sedangkan di Jakarta para buruh mendesak gubernur menaikan upah 68 persen menjadi Rp3,7 juta.

Said menyatakan, buruh menuntut pemerintah mencabut Inpres No 9/2013 tentang Kebijakan Penetapan Upah. Dia menerangkan, adanya Inpres ini melanggar UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Dimana seharusnya penetapan upah minimum itu ditetapkan oleh gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari dewan pengupahan provinsi.

"Kami mendesak presiden dan juga menteri terkait mencabut inpres tersebut. Kami juga akan menggugat Inpres ini ke ILO," ujarnya.

Said menambahkan, panja outsourcing di DPR dituntut untuk menghapus outsourcing yang dikenakan pada pekerja BUMN. Mereka juga menuntut pekerja outsourcing BUMN untuk diangkat menjadi karyawan tetap. Oleh karena ini pula ratusan ribu buruh PLN, Jasamarga, Kimia Farma dan Indofarma juga akan turut dalam mogok massal nanti. Pihaknya memberi waktu pada seluruh perusahaan BUMN untuk menanggapi perbaikan status ini sampai 30 Oktober.

Sementara Ketua Forum Buruh DKI Jakarta Mohammad Toha menambahkan, objek vital yang dijadikan sasaran mogok ialah di kawasan berikat serta pelabuhan. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk menambah komponen hidup layak (KHL) dari 60 menjadi 84 item.
"Kami juga menolak hasil survei dewan pengupahan DKI Jakarta yang tidak mengubah item KHL seperti tarif dasar listrik, sewa rumah, transportasi dan air bersih," tegasnya.

Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Dedi Hartono mengungkapkan, Pemprov DKI harus memperbaiki kualitas hitungan KHL yaitu item rumah yaitu Rp800.000/bulan bukan sebesar Rp650.000/bulan. Pasalnya, harga sewa rumah tiga kamar di DKI Jakarta saat ini berkisar Rp650.000-950.000. Selain itu untuk item transportasi menjadi Rp13.000/hari bukan Rp11.500/hari.

Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan, pemerintah mempersilakan para buruh untuk berdemo. Akan tetapi, unjuk rasa itu tidak boleh menggangu kepentingan umum dan anarkis. Penyampaian aspirasi ini semestinya juga tidak semestinya menggangu proses produksi.

"Gunakan proses dialog yang baik pada forum tripartit. Sebaiknya menghindari terjadinya PHK terkait kenaikan upah minimum ini," terangnya.

Muhaimin mengajak pekerja agar menggunakan dewan pengupahan sebagai sarana memperjuangkan kenaikan upah minimum 2014. Sebab, setiap aspirasi, usulan dan tuntutan yang diajukan pekerja dan pengusaha akan tersalurkan dengan baik melalui dialog.

Dia menuturkan, energi untuk mogok nasional dapat digunakan untuk bekerja memajukan perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Massa Buruh Bersama...
Massa Buruh Bersama Rakyat Heningkan Cipta hingga Bakar Tikus Berdasi
6 Tuntutan Buruh Menggema,...
6 Tuntutan Buruh Menggema, Aktivitas Gedung DPR Lengang
Buruh Demo di Depan...
Buruh Demo di Depan DPR Sambil Koreografi Barisan Perjuangan
Ribuan Buruh Bakal Geruduk...
Ribuan Buruh Bakal Geruduk Istana Besok, Ini 3 Tuntutan Utama
Ribuan Buruh Dijadwalkan...
Ribuan Buruh Dijadwalkan Gelar Aksi di Patung Kuda Monas Hari Ini
Ribuan Buruh Lakukan...
Ribuan Buruh Lakukan Demo Menolak Tapera di Istana
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
27 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
51 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
57 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved