Ide tol di atas laut Jakarta-Surabaya tumpang tindih

Kamis, 24 Oktober 2013 - 18:02 WIB
Ide tol di atas laut...
Ide tol di atas laut Jakarta-Surabaya tumpang tindih
A A A
Sindonews.com - Menanggapi ide jalan tol atas laut Jakarta-Surabaya, Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan, agar 19 konsorsium BUMN sebagai pemrakarsa ide harus segera membuat feasibility study (FS) serta analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

Pembuatan FS dan amdal ditujukan untuk mengetahui bagaimana pembangunan dapat dilaksanakan. Kajian dimaksud untuk mengetahui tingkat kelayakan ekonomi, kelayakan finansial dan teknis serta dampak terhadap lingkungan dan sosial.

Anggota Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo memperkirakan ide ini sulit dilaksanakan. Kendalanya, jalan tol atas laut pantura Jawa yang diperkirakan sepanjang 800 km tersebut belum memiliki payung hukum, bahkan tumpang tindih dengan kebijakan infrastruktur transportasi di tanah air.

"Ide jalan tol atas laut pantura Jawa itu tumpang tindih dengan jalan tol Trans Jawa yang sudah jelas payung hukumnya, hanya saja belum terselesaikan hingga kini," kata Sigit dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Menurutnya, yang harus menjadi prioritas adalah penuntasan jalan tol Trans Jawa. Saat ini dari ujung Barat hingga ujung Timur Pulau Jawa belum terkoneksi oleh jalan tol. Masih terlalu banyak missing link, di antaranya Cikampek hingga Palimanan, Pejagan hingga Semarang dan Bawen hingga Surabaya.

Sebagian ruas jalan tol yang sudah beroperasi pun masih merugi karena jumlah kendaraan yang melintas tidak sesuai proyeksi yang dibuat dalam bisnis plan, bisa jadi akibat masih banyaknya missing link tersebut.

"Pemerintah harus fokus untuk menuntaskan jalan tol Trans Jawa, cari terobosan atas kendalanya, jangan malah gonta-ganti rencana yang mengawang-awang," kata Sigit.

Kendala kedua menyangkut mahalnya biaya konstruksi. Biaya kontruksi jalan tol di atas laut yang merupakan konstruksi elevated tentu lebih mahal dibandingkan jalan tol yang dibangun di darat yang mayoritas at grade, sehingga tidak bernilai ekonomis.

"Artinya investasi yang dikeluarkan susah untuk ditutup dari pendapatan jalan tol. Jika memaksakan tarif tol yang melebihi ability to pay bisa berakibat pengguna tidak mau masuk jalan tol. Artinya jalan tol akan sepi dan hanya menjadi monumen kemubaziran pembangunan," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Proyek Japek II Selatan...
Proyek Japek II Selatan Selesai, Jakarta-Bandung Hanya 1 Jam
Mulai 2023, Sistem Bayar...
Mulai 2023, Sistem Bayar Tanpa Berhenti Beroperasi di Tol Bali
Bakal Ada 16 Ruas Jalan...
Bakal Ada 16 Ruas Jalan Tol Baru di 2022, Ini Daftarnya
Proyek Jalan Tol Layang...
Proyek Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci Telan Anggaran Rp37 Triliun
Berikut Jalan yang Tidak...
Berikut Jalan yang Tidak Boleh Dilalui Motor di Jakarta
Berita Terkini
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
22 menit yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
51 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved