Rupiah dibuka ke level Rp10.995/USD
Senin, 28 Oktober 2013 - 09:32 WIB
Rupiah dibuka ke level Rp10.995/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka menguat seiring dengan menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan hari pertama pekan ini.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka di level Rp10.995/USD atau menguat 20 poin dibanding penutupan hari terakhir perdagangan pekan lalu di level Rp11.015/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.015/USD atau terapresiasi 5 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.020/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah awal pekan ini diperdagangkan pada harga Rp11.018/USD atau menguat dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.024/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, rupiah pada perdagangan hari ini berpotensi terapresiasi. Kenaikan rupiah didukung sentimen kenaikan indeks manufaktur China yang dibarengi dengan beredarnya spekulasi The Fed masih akan mempertahankan kebijakan stimulusnya setelah rilis data-data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) masih di bawah ekspektasi.
Selain itu, adanya pemberitaan kembali masuknya global funds ke pasar saham Indonesia juga memberi imbas positif terhadap rupiah. Dia memperkirakan rupiah akan berada dalam rentang Rp11.189-11.123 per USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan lalu di level Rp11.142/USD atau menguat 126 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.268/USD.
Sementara itu, IHSG pagi ini dibuka langsung menguat 18,96 poin atau 0,41 persen ke level 4.599,81 seiring positifnya bursa kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp44,44 miliar dengan 24,72 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai 5,15 miliar. Tercatat sebanyak 33 saham naik, 10 saham melemah dan 22 saham stagnan.
Mayoritas sektor menguat dengan kenaikan tertinggi dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 1,53 persen. Sedangkan yang melemah aneka industri yang susut 0,02 persen.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka di level Rp10.995/USD atau menguat 20 poin dibanding penutupan hari terakhir perdagangan pekan lalu di level Rp11.015/USD.
Data yahoofinance juga mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.015/USD atau terapresiasi 5 poin dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.020/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah awal pekan ini diperdagangkan pada harga Rp11.018/USD atau menguat dibanding akhir pekan lalu di level Rp11.024/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, rupiah pada perdagangan hari ini berpotensi terapresiasi. Kenaikan rupiah didukung sentimen kenaikan indeks manufaktur China yang dibarengi dengan beredarnya spekulasi The Fed masih akan mempertahankan kebijakan stimulusnya setelah rilis data-data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) masih di bawah ekspektasi.
Selain itu, adanya pemberitaan kembali masuknya global funds ke pasar saham Indonesia juga memberi imbas positif terhadap rupiah. Dia memperkirakan rupiah akan berada dalam rentang Rp11.189-11.123 per USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada akhir pekan lalu di level Rp11.142/USD atau menguat 126 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp11.268/USD.
Sementara itu, IHSG pagi ini dibuka langsung menguat 18,96 poin atau 0,41 persen ke level 4.599,81 seiring positifnya bursa kawasan Asia.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp44,44 miliar dengan 24,72 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai 5,15 miliar. Tercatat sebanyak 33 saham naik, 10 saham melemah dan 22 saham stagnan.
Mayoritas sektor menguat dengan kenaikan tertinggi dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 1,53 persen. Sedangkan yang melemah aneka industri yang susut 0,02 persen.
(rna)