Harga minyak di perdagangan Asia mixed

Senin, 28 Oktober 2013 - 11:46 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia mixed
A A A
Sindonews.com - Harga minyak diperdagangan Asia hari ini mixed, akibat lonjakan cadangan minyak AS yang mengindikasikan melemahnya permintaan di ekonomi terbesar dunia tersebut. Harga minyak juga dipengaruhi kekhawatiran pasokan di Timur Tengah.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun 13 sen menjadi USD97,72 per barel pada perdagangan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 25 sen menjadi USD107,18 per barel.

"Harga minyak AS tetap terbebani oleh lonjakan stok di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman WTI berjangka," kata Tan Chee Tat, analis investasi Phillip Futures, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Senin (28/10/2013).

Laporan mingguan Departemen Energi AS, Rabu (23/10/2013) menunjukkan, cadangan telah melonjak 5,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 18 Oktober. Itu terjadi beberapa hari setelah laporan minggu sebelumnya, yang sempat tertunda akibat penutupan sementara (shutdown) pemerintah AS, yang menunjukkan kenaikan besar lain dalam persediaan.

"Kami cenderung melihat beberapa bantuan dalam stok dengan pemeliharaan musiman di kilang AS akan segera berakhir setelah Oktober," kata Tan.

Investor mengawasi produsen minyak mentah Libya, setelah Perusahaan Minyak Nasional (NOC) pekan lalu, mengatakan, produksi telah stabil menjadi sekitar 600.000 barel setelah otoritas setempat berjuang mengakhiri protes bersenjata yang menghambat pengiriman selama berbulan-bulan.

Ekspor minyak Libya telah merosot lebih dari 70 persen setelah pengunjuk rasa, termasuk polisi dan penjaga perbatasan memaksa terminal tutup terkait tuntutan pembayaran mereka.

"Ketidakpastian protes belum sepenuhnya selesai. Kemungkinan pengetatan di Libya, akan menjaga dukungan harga minyak mentah Brent," kata Tan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved