BCA siap ikuti BI dalam pembatasan KPR
Rabu, 30 Oktober 2013 - 17:47 WIB
BCA siap ikuti BI dalam pembatasan KPR
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja siap mengikuti aturan main Bank Indonesia (BI) dalam penetapan Loan to Value (LTV) Ratio dalam cicilan Kredit Perumahan Rakyat (KPR).
Jahja memperediksikan pertumbuhan KPR BCA pada tahun depan kecil sejalan dengan pembatasan KPR pada rumah selain rumah pertama yang telah ditetapkan BI tersebut.
"Pada 2011 KPR naik 75 persen, 2010 naik 50 persen, tahun ini kenaikannya hanya 27 sampai 30 persen, dan tahun depan akan lebih kecil. Ini sesuai dengan kepentingan nasional," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
Jahja menegaskan, jumlah pertumbuhan KPR yang terus menurun pasca peraturan BI tersebut bukan merupakan suatu kemunduran, melainkan dilakukan untuk kepentingan ekonomi makro.
"Saya kira tindakan BI mengatur LTV dalam down payment (DP) rumah sudah benar. Bahkan terakhir properti yang in construction enggak boleh dibiayai kalau bukan KPR yang pertama," ujar dia.
Seperti diketahui, pada sembilan bulan pertama 2013 BCA mencatat pertumbuhan KPR sebesar 30 persen menjadi Rp52,5 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit di semua segmen sebesar 25,8 persen menjadi Rp299 triliun pada September 2013 dibandingkan Rp237,7 triliun pada September 2012.
Jahja memperediksikan pertumbuhan KPR BCA pada tahun depan kecil sejalan dengan pembatasan KPR pada rumah selain rumah pertama yang telah ditetapkan BI tersebut.
"Pada 2011 KPR naik 75 persen, 2010 naik 50 persen, tahun ini kenaikannya hanya 27 sampai 30 persen, dan tahun depan akan lebih kecil. Ini sesuai dengan kepentingan nasional," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
Jahja menegaskan, jumlah pertumbuhan KPR yang terus menurun pasca peraturan BI tersebut bukan merupakan suatu kemunduran, melainkan dilakukan untuk kepentingan ekonomi makro.
"Saya kira tindakan BI mengatur LTV dalam down payment (DP) rumah sudah benar. Bahkan terakhir properti yang in construction enggak boleh dibiayai kalau bukan KPR yang pertama," ujar dia.
Seperti diketahui, pada sembilan bulan pertama 2013 BCA mencatat pertumbuhan KPR sebesar 30 persen menjadi Rp52,5 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit di semua segmen sebesar 25,8 persen menjadi Rp299 triliun pada September 2013 dibandingkan Rp237,7 triliun pada September 2012.
(izz)
Lihat Juga :