Harga minyak di perdagangan Asia melemah

Kamis, 31 Oktober 2013 - 11:31 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan Asia melemah
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia melemah sejalan dengan ekuitas regional, setelah Federal Reserve AS (Fed) memutuskan melanjutkan program stimulus.

Mereka sementara mempertahankan skema pembelian obligasi USD85 miliar per bulan, dimana The Fed memberikan pencerahan dari perkiraan ekonomi yang selama ini dipicu rumor akan mulai melakukan pengurangan paket stimulus.

Ini didukung greenback, membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih mahal, menyakiti permintaan dan menempatkan tekanan pada harga.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember tergelincir 20 sen menjadi USD96,57 per barel pada perdagangan pagi. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun 30 sen menjadi USD109,56 per barel.

"Pernyataan (Fed) memperkuat pandangan mayoritas bahwa Fed akan terhenti," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar IG Markets di Singapura, dalam sebuah catatan, seperti dilansir dari AFP, Kamis (31/10/2013).

Analis mencatat bahwa pernyataan itu tidak menurunkan prospek ekonomi dan menyarankan itu bisa mulai meningkatkan kembali program stimulus sebagai awal pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada Desember.

Lanjutan pelemahan permintaan AS disorot atas meningkatnya stok energi membantu mendorong harga minyak lebih rendah. "WTI turun karena penambahan dalam persediaan," kata Sanjeev Gupta, yang mengepalai minyak Asia-Pasifik dan praktek gas pada Ernst & Young (EY).

Departemen Energi AS mengatakan, dalam sebuah laporan Rabu (29/10/2013), bahwa stok minyak naik 4,1 juta barel untuk pekan lalu, jauh di atas konsesus Dow Jones Newswires dengan perkiraan 2,2 juta barel.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved