Beban meningkat gerus laba bersih XL Q3/2013
Jum'at, 01 November 2013 - 10:47 WIB
Beban meningkat gerus laba bersih XL Q3/2013
A
A
A
Sindonews.com - PT XL Axiata Tbk (ECXL) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencatat penurunan laba bersih sebesar 58,3 persen menjadi Rp917 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, turunnya laba tersebut akibat naiknya sejumlah beban dan rugi selisih kurs.
Sementara itu, sejumlah beban yang meningkat adalah beban infrastruktur meningkat menjadi Rp4,38 triliun dari Rp3,94 triliun, beban penyusutan menjadi Rp4,2 triliun dari Rp3,7 triliun, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya menjadi Rp2,86 triliun dari Rp2,17 triliun.
Di samping itu, beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp1,04 triliun dari Rp934,46 miliar, beban gaji dan kesejahteraan karyawan bertambah menjadi Rp707 miliar dari Rp686,7 miliar.
Adapun, kerugian selisih kurs melonjak menjadi Rp714,56 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp266,59 miliar, beban amortisasi menjadi Rp84,19 milar dari Rp54,26 miliar dan beban lain-lain menjadi Rp102,81 miliar dari Rp43,02 miliar.
Biaya keuangan persreoan hingga akhir September lalu juga naik menjadi Rp708,54 miliar dari Rp559,68 miliar. Kendati begitu, perseroan mampu menekan beban perlengkapan dan overhead menjadi Rp401,48 miliar dari Rp523,36 miliar dan penghasilan keuangan meningkat menajdi Rp567,77 miliar dari Rp150,99 miliar serta mendapat bagian atas hasil bersih pengendalian bersama entitas sebesar Rp17,91 miliar.
Sementara pendapatan perseroan hingga akhir kuartal III tahun ini tercatat sebesar Rp15,81 triliun atau hanya naik 0,7 persen dari posisi kuartal III/2012 senilai Rp15,7 triliun.
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, naiknya pendapatan tersebut ditopang meningkatnya pendapatan layanan data sebesar 15 persen. Pendapatan data mengontribusi sebesar 23 persen terhadap total pendapatan atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 19 persen.
"Pendapatan kami tumbuh dengan pertumbuhan tercepat berasal dari data," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Karena itu, dia menambahkan, perseroan akan fokus pada layanan data lantaran masih besarnya peluang di bisnis layanan data pada masa mendatang. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, trafik data tumbuh 125 persen dengan total pelanggan data sebanyak 33,7 juta pelanggan atau sekitar 58 persen dari total pelanggan XL.
Adapun, harga saham XL pagi tadi dibuka terkoreksi 50 poin menjadi Rp4.425 per saham. Sedangkan pada penutupan perdagangan sore kemarin di level Rp4.475 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan, turunnya laba tersebut akibat naiknya sejumlah beban dan rugi selisih kurs.
Sementara itu, sejumlah beban yang meningkat adalah beban infrastruktur meningkat menjadi Rp4,38 triliun dari Rp3,94 triliun, beban penyusutan menjadi Rp4,2 triliun dari Rp3,7 triliun, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya menjadi Rp2,86 triliun dari Rp2,17 triliun.
Di samping itu, beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp1,04 triliun dari Rp934,46 miliar, beban gaji dan kesejahteraan karyawan bertambah menjadi Rp707 miliar dari Rp686,7 miliar.
Adapun, kerugian selisih kurs melonjak menjadi Rp714,56 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp266,59 miliar, beban amortisasi menjadi Rp84,19 milar dari Rp54,26 miliar dan beban lain-lain menjadi Rp102,81 miliar dari Rp43,02 miliar.
Biaya keuangan persreoan hingga akhir September lalu juga naik menjadi Rp708,54 miliar dari Rp559,68 miliar. Kendati begitu, perseroan mampu menekan beban perlengkapan dan overhead menjadi Rp401,48 miliar dari Rp523,36 miliar dan penghasilan keuangan meningkat menajdi Rp567,77 miliar dari Rp150,99 miliar serta mendapat bagian atas hasil bersih pengendalian bersama entitas sebesar Rp17,91 miliar.
Sementara pendapatan perseroan hingga akhir kuartal III tahun ini tercatat sebesar Rp15,81 triliun atau hanya naik 0,7 persen dari posisi kuartal III/2012 senilai Rp15,7 triliun.
Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengatakan, naiknya pendapatan tersebut ditopang meningkatnya pendapatan layanan data sebesar 15 persen. Pendapatan data mengontribusi sebesar 23 persen terhadap total pendapatan atau meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 19 persen.
"Pendapatan kami tumbuh dengan pertumbuhan tercepat berasal dari data," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (1/11/2013).
Karena itu, dia menambahkan, perseroan akan fokus pada layanan data lantaran masih besarnya peluang di bisnis layanan data pada masa mendatang. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, trafik data tumbuh 125 persen dengan total pelanggan data sebanyak 33,7 juta pelanggan atau sekitar 58 persen dari total pelanggan XL.
Adapun, harga saham XL pagi tadi dibuka terkoreksi 50 poin menjadi Rp4.425 per saham. Sedangkan pada penutupan perdagangan sore kemarin di level Rp4.475 per saham.
(rna)
Lihat Juga :