Menkeu siapkan paket kebijakan ekonomi kedua

Jum'at, 01 November 2013 - 18:11 WIB
Menkeu siapkan paket...
Menkeu siapkan paket kebijakan ekonomi kedua
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri mengungkapkan, pemerintah sedang menyiapkan paket kebijakan ekonomi kedua menyusul neraca perdagangan yang defisit sebesar USD657,2 juta pada bulan September.

Walaupun begitu, dia juga memastikan surplus volume perdagngan sebesar 46,67 ton merupakan hasil dari kebijakan paket ekonomi tahap pertama.

"Saya kira enggak sampai di sini tapi harus ada paket kedua supaya ada realisasi," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Tetapi Chatib menyambut baik turunnya impor migas pada bulan September sebagai bentuk keberhasilan pengurangan subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertengahan tahun ini.

"Saya kira kenaikan sedikit dalam impor karena pada bulan Agustus lalu terkait Lebaran," lanjutnya.

Dia juga memperkirakan defisit dengan range 3,3-3,5 persen pada akhir tahun apabila defisit neraca perdagangan terus berada di bawah USD1 miliar sampai akhir tahun. "Jadi ini menunjukkan bahwa trade balance sudah bisa membaik," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya defisit neraca perdagangan Indonesia selama September 2013 sebesar USD657,2 juta.

Kepala BPS Suryamin menerangkan, angka defisit tersebut diperoleh dari selisih nilai ekspor sebesar USD14,81 miliar dan impor mencapai USD15,47 miliar. Adapun tingginya defisit neraca perdagangan tersebut disebabkan menurunnya nilai ekspor sepanjang periode September 2013.

"Total nilai ekspor Indonesia periode September 2013 turun 6,85 persen menjadi USD14,81 miliar dibanding ekspor periode September 2012 (year on year/yoy) sebesar USD15,9 miliar," papar dia di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Adapun, total ekspor periode September 2013 tersebut, terdiri atas ekspor nonmigas sebesar USD12,29 miliar dan ekspor migas senilai USD2,52 miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved