Minyak WTI alami penurunan terpanjang sejak 2012

Jum'at, 01 November 2013 - 19:20 WIB
Minyak WTI alami penurunan...
Minyak WTI alami penurunan terpanjang sejak 2012
A A A
Sindonews.com - Minyak West Texas Intermediate (WTI) menuju penurunan mingguan terpanjang sejak Juni 2012, setelah peningkatan indeks manufaktur China gagal melawan tanda-tanda perbaikan.

Minyak berjangka di New York telah kehilangan 1,7 persen pada pekan ini, sebagai penurunan mingguan keempat. Harga mungkin akan memperpanjang kerugian pekan depan, karena meningkatnya stok minyak mentah di Amerika Serikat (AS).

"Penurunan tajam dalam permintaan refiner dan persediaan yang kuat di AS telah menekan harga," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank A/S di Copenhagen, seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (1/11/2013).

"Kami telah melihat sedikit pemulihan di China, tetapi kuartal ini mungkin yang terbaik untuk sementara waktu," tambahnya.

WTI untuk pengiriman Desember berada di angka USD96,20 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun 18 sen pada pukul 11.18 waktu London.

Indeks acuan AS jatuh ke USD96,38 kemarin, posisi terendah sejak 26 Juni dan kehilangan 5,8 persen pada Oktober (paling dalam setahun). Volume semua berjangka yang diperdagangkan sekitar 60 persen di bawah rata-rata 100 hari.

Sementara Brent untuk pengiriman Desember turun 25 sen ke USD108,594 per barel di ICE Futures Europe Exchange, yang berbasis di London.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Penampakan Cumi-cumi...
Penampakan Cumi-cumi Raksasa Pertama Kalinya Sejak 100 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved