Alokasi dana untuk penanggulang bencana masih minim

Senin, 04 November 2013 - 17:37 WIB
Alokasi dana untuk penanggulang...
Alokasi dana untuk penanggulang bencana masih minim
A A A
Sindonews.com - Meski sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah rawan bencana, namun alokasi dana untuk mitigasi dan penanggulangan bencana di APBN hanya berkisar Rp7 triliun atau hanya sekitar 0,38 persen dari total belanja APBN 2014 yang mencapai Rp1.842 triliun.

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) V FPKS DPR RI Sigit Sosiantomo mengungkapkan seharusnya alokasi anggaran untuk mitigasi dan penanganan bencana menjadi prioritas karena sebagian besar wilayah Indonesia termasuk daerah rawan bencana, terlebih pengelolaan bencana masuk dalam daftar 11 prioritas pembangunan nasional pemerintah.

"Alokasi anggaran untuk mitigasi dan penanganan bencana masih sangat minim. Untuk pengendalian bencana di PU hanya berkisar Rp3 triliun. Sedangkan dana kontijensi bencana berkisar Rp4 triliun. Jadi untuk mitigasi dan penanganan bencana hanya ada alokasi sekitar Rp7 triliun atau sekitar 0,38 persen dari total belanja APBN. Ini menunjukkan bahwa pemerintah memang masih memandang remeh ancaman bencana di Indonesia," kata Sigit dalam rilisnya di Jakarta, Senin (4/11/2013).

Sigit menilai angka Rp7 triliun itu terlihat lebih sebagai bentuk formalitas pemenuhan tuntutan isu bencana yang memang sedang hangat di masyarakat daripada sebagai bentuk kesadaran pemerintah akan bahaya bencana.

Padahal, kata Sigit, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana telah meletakkan tanggung jawab pada pundak Pemerintah untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana diantaranya perlindungan masyarakat dari dampak bencana, pemulihan kondisi dari dampak bencana, dan pengalokasian anggaran penanggulangan bencana dalam APBN.

Anggaran tersebut diperuntukkan untuk kegiatan-kegiatan tahap prabencana (pengurangan risiko bencana), saat tanggap darurat bencana, dan pasca bencana (rehabilitasi dan rekonstruksi).

Disisi lain, Sigit juga mengkritisi minimnya anggaran untuk mitigasi bencana. Menurut anggota DPR RI asal Dapil Jawa Timur itu, pembiayaan APBN untuk pengelolaan bencana masih terfokus untuk penanganan setelah bencana. Sementara untuk kegiatan preventif guna mengurangi dampak dari bencana masih kurang.

Demikian pula untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat membangun kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi bencana agar tidak menimbulkan daya rusak yang lebih besar.

Menurut Sigit, biaya rehabilitasi atau pemulihan infrastruktur publik dan rumah tangga akibat bencana sangat besar. Sebagai contoh banjir Jakarta awal tahun 2013 lalu yang menyebabkan kerugian hingga Rp20 triliun dan tsunami di Aceh dan Nias yang menimbulkan kerugian lebih dari Rp40 triliun. Jumlah tersebut belum termasuk penderitaan yang dialami jutaan warga yang terpaksa kehilangan keluarga dan harta bendanya.

Mengingat banyak wilayah di Indonesia yang berpotensi bencana, Sigit juga meminta pemda yang wilayah termasuk daerah rawan bencana untuk bersiap menghadapi potensi bencana banjir pada Nopember 2013—Januari 2013.

"Data dari BMKG ada 20 provinsi yang berpotensi mengalami banjir pada awal musim penghujan ini. Di sini pentingnya kemauan politik (political will) dan keseriusan pemerintah dalam pengalokasian anggaran bencana yang ideal dalam setiap tahun anggaran. Hal ini agar pemerintah tidak mengulangi kesalahan lagi seperti dalam penanganan bencana tsunami Aceh, yaitu karena alasan tidak ada alokasi dalam APBN, pemerintah lalu berutang ke luar negeri," kata Sigit.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
5 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
6 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
7 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved