BKPM: Perlambatan ekonomi baik untuk menekan defisit

Rabu, 06 November 2013 - 14:23 WIB
BKPM: Perlambatan ekonomi...
BKPM: Perlambatan ekonomi baik untuk menekan defisit
A A A
Sindonews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar melihat perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini menjadi 5,6 persen, baik untuk mengurangi defisit neraca berjalan.

Pasalnya, pertumbuhan yang dipatok terlalu tinggi akan membuat kebutuhan konsumsi meningkat dan hanya akan menumpuk importir. Sehingga menambah tekanan defisit pada neraca berjalan.

"Dengan pertumbuhan seperti ini, depresiasi rupiah dan tekanan pada impor maka kita bisa menjaga neraca berjalan agar lebih berimbang," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/11/2013).

Mahendra juga tetap yakin angka realisasi investasi tidak akan terpengaruh dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi ini.

"Semangat dan peluang yang makin baik di investasi dan dikaitkan dengan meningkatnya investasi dan membuka kemungkinan sinergi investasi ke depannya," pungkas Mahendra.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved