Menkeu: Kita akan fokus pertumbuhan ekonomi pada 2015
Kamis, 07 November 2013 - 13:21 WIB
Menkeu: Kita akan fokus pertumbuhan ekonomi pada 2015
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), M Chatib Basri meminta agar Indonesia fokus untuk membenahi defisit neraca pembayaran pada 2013 dan 2014 dan fokus pertumbuhan ekonomi pada 2015.
"Sekarang cukup jelas, kita harus melakukan pengetatan proyeksi pertumbuhan untuk mengurangi defisit," kata Chatib dalam acara Investment Summit 2013 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Seperti diketahui, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2014 yang disahkan DPR sebesar 6 persen, dengan jangkauan 5,5 sampai 6 persen.
Bahkan, Chatib menegaskan bahwa Indonesia bisa menetapkan pertumbuhan ekonomi pada 2014 sebesar 7 persen. Namun, proyeksi tersebut akan membuat defisit neraca pembayaran akan bertambah.
"Sementara di sisi lain angka pertumbuhan yang terlalu rendah akan membuat kemiskinan dan angka pengangguran tidak akan berkurang," ujar dia.
Karena itu, dalam perbaikan ekonomi selama dua tahun mendatang pemerintaha akan memperbaiki supply (pasokan) dan bukan hanya demand (permintaan). "Itu akan dumulai dengan perluasan infrastruktur, dan memangkas perizinan," pungkas Chatib.
"Sekarang cukup jelas, kita harus melakukan pengetatan proyeksi pertumbuhan untuk mengurangi defisit," kata Chatib dalam acara Investment Summit 2013 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Seperti diketahui, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2014 yang disahkan DPR sebesar 6 persen, dengan jangkauan 5,5 sampai 6 persen.
Bahkan, Chatib menegaskan bahwa Indonesia bisa menetapkan pertumbuhan ekonomi pada 2014 sebesar 7 persen. Namun, proyeksi tersebut akan membuat defisit neraca pembayaran akan bertambah.
"Sementara di sisi lain angka pertumbuhan yang terlalu rendah akan membuat kemiskinan dan angka pengangguran tidak akan berkurang," ujar dia.
Karena itu, dalam perbaikan ekonomi selama dua tahun mendatang pemerintaha akan memperbaiki supply (pasokan) dan bukan hanya demand (permintaan). "Itu akan dumulai dengan perluasan infrastruktur, dan memangkas perizinan," pungkas Chatib.
(izz)
Lihat Juga :