Pengusaha pesimis pemangkasan izin investasi terealisasi

Sabtu, 09 November 2013 - 16:14 WIB
Pengusaha pesimis pemangkasan...
Pengusaha pesimis pemangkasan izin investasi terealisasi
A A A
Sindonews.com - Pengusaha menanggapi pesimis rencana pemerintah yang akan memangkas sejumlah perizinan investasi. Selama ini, peraturan yang berbelit-belit menjadi momok bagi para pengusaha yang ingin membangun investasi di dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mengemukakan, rencana kebijakan pemerintah tersebut dinilai hanya sebuah wacana yang belum benar-benar direalisasikan di lapangan.

"Pada dasarnya kami dukung. Tapi, sampai sekarang itu wacana saja. Kita menunggu tindakan konkret pemerintah. Jangan janji saja," ungkap Sofjan saat dihubungi Sindonews, Sabtu (9/11/2013).

Diketahui, untuk merealisasikan investasi investor harus melalui 2-3 kementerian. Proses perizinan sering dipersulit dan melewati banyak tahapan. Sedikitnya ada sekitar 120 kebijakan kementerian dan dirjen terkait yang perlu didata serta tidak up date sehingga perlu direformasi.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar mengatakan, pemerintah akan menyederhanakan proses-proses perizinan dan tranparasi perizinan. "Menyederhanakan saja prosesnya. Tidak menyediakan secara khusus baru, transparasi memudahkan prosesnya," ujar Mahendra.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun mengakui hanya di Indonesia proses perizinan investasi sangat banyak. Presiden menegaskan, investasi harus terus digalakkan. Dia meminta agar dicegah dan dihilangkan hambatan investasi, baik di pusat maupun di daerah. “Beri kemudahan perizinan,” pinta SBY melalui akun twitternya @SBYudhoyono, yang dilansir dari situs Setkab, hari ini.

Sebelumnya, SBY telah menginstruksikan para menterinya untuk memangkas jumlah perizinan investasi di Tanah Air. "Saya kira sudah tiga kali saya menginstruksikan dan saya dengar hari ini akan dilaporkan Menko Perekonomian setelah dibahas dan Wakil Presiden juga di situ," imbuhnya.

Sementara Wakil Presiden (Wapres) Boediono juga mengakui bahwa Indonesia sedikit mengalami masalah dalam infrastruktur dan kepastian hukum, sehingga dapat menghambat investasi. Meski demikian, Boediono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk mengatasi kedua hambatan tersebut untuk mewujudkan iklim investasi yang nyaman.

"Dalam permasalahan kepastian hukum, saya pastikan pemerintah berkomitmen untuk mengatasi ini," tandas Wapres dalam acara Indonesia Investment Summit 2013 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/11/2013).
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved