Tutup defisit, ini program OJK untuk sektor asuransi

Selasa, 12 November 2013 - 17:45 WIB
Tutup defisit, ini program...
Tutup defisit, ini program OJK untuk sektor asuransi
A A A
Sindonews.com - Kepala Institusi Lembaga Keuangan Non Bank (IKNB) dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani mengatakan, setiap tahun terjadi peningkatan defisit transaksi berjalan industri asuransi.

Firdaus mengestimasi defisit transaksi berjalan industri asuransi pada tahun ini akan meningkat menjadi Rp7 triliun dari tahun lalu sebesar Rp6,5 triliun.

"Jadi, umumnya premi yang dilempar ke luar negeri itu kebanyakan asuransi umum," jelasnya, Selasa (12/11/2013).

Firdaus mengungkapkan, kenaikan angka defisit transaksi berjalan ini karena jumlah pendapatan premi industri asuransi juga meningkat. OJK mengestimasi jika industri asuransi memiliki tarif referensi produk asuransi, maka industri akan menahan retensi dalam jumlah yang lebih banyak di dalam negeri.

"Saya akan meminta perusahaan yang memang seharusnya bisa menahan lebih banyak, dapat menahan lebih banyak," paparnya.

Untuk mengurangi angka defisit transaksi berjalan industri asuransi, OJK memiliki dua program yakni secara intensifikasi dan ekstentifikasi.

Untuk program intensifikasi, OJK memaksimalkan kapasitas dalam negeri dengan cara perusahaan asuransi meningkatkan retensinya sendiri atau bekerjasama dengan memakai co-insurance termasuk memanfaatkan perusahaan reasuransi. "Program ini yang menjadi skala prioritas kami," ungkapnya Firdaus.

Menurut Firdaus, kerja sama menahan retensi premi di dalam negeri dengan perusahaan lokal patut ditingkatkan. "Nantinya, untuk produk asuransi yang kapasitasnya bisa diserap di dalam negeri, harus prioritas di dalam negeri dulu," ungkapnya.

Produk asuransi yang bisa diserap di dalam negeri adalah asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, dan asuransi properti.

"Namun, seperti asuransi satelit, aviation, minyak dan gas, dan sebagainya memang masih perlu dukungan reasuransi luar negeri," ujarnya lagi.

OJK menargetkan aturan tersebut akan keluar pada Desember 2013. Menurut Firdaus, mengutamakan kapasitas dalam negeri untuk menyerap risiko dari industri asuransi merupakan bagian dari program untuk menurunkan angka defisit anggaran akibat banyaknya dana yang mengalir ke luar negeri.

Program ekstensifikasi akan dilakukan OJK dengan cara meminta perusahaan reasuransi meningkatkan kapasitasnya dengan cara meningkatkan modal atau merger. OJK juga mengkaji agar pemerintah mendirikan satu perusahaan reasuransi baru dengan modal yang cukup besar.

"Kalau ingin dirikan perusahaan reasuransi yang baru jangan tanggung-tanggung, modalnya langsung Rp1 triliun atau Rp2 triliun sehingga bisa naik kapasitasnya," ungkapnya lagi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
2 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved