Petinggi Kamboja belajar kelola SDA di Bantaeng

Rabu, 13 November 2013 - 17:25 WIB
Petinggi Kamboja belajar...
Petinggi Kamboja belajar kelola SDA di Bantaeng
A A A
Sindonews.com - Empat orang Wakil Gubernur (Wagub) dan dua orang Bupati serta sejumlah LSM asal Kamboja belajar tata kelola sumber daya alam (SDA) serta pemberdayaan masyarakat sekaligus tentang bagaimana menghadapi tantangan di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Keempat Wagub tersebut masing-masing Wagub Provinsi Kratie HE Khan Chamnan, Wagub Provinsi Preah HE Suy Sarith, Wagub Provinsi Stung Treng HE You Pasith dan Wagub Provinsi Kampong Thom HE Huon Vannith.

Sedang dua orang Bupati yang turut dalam rombongan berjumlah 15 orang yang difasilitasi Oxfam Kamboja dan Oxfam Indonesia tersebut berasal dari Provinsi Kampong Thom.

Selama dua hari di Bantaeng, para petinggi dari negara Kamboja tersebut melihat pengelolaan hutan desa di Desa Labbo serta layanan kesehatan berbasis dokter Brigade Siaga Bencana (BSB).

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah ketika menyambut tamu negara tetangga tersebut di rumah jabatannya, Rabu (13/11/2013). "Saya berharap, semua tamu bisa memperoleh informasi yang dibutuhkan di Bantaeng," jelas Nurdin, Rabu (13/11/2013).

Pertemuan yang dihadiri Ketua DPRD Hj Novrita Langgara, Muspida dan Pimpinan SKPD. Kabupaten berjuluk Butta Toa memiliki potensi tiga klaster yakni, pesisir, daratan dan pegunungan.

Menurut Bupati HM Nurdin Abdullah, lima tahun terakhir, Bantaeng tumbuh dari sektor pertanian dan ke depan diharapkan tumbuh dari sektor industri dan menjadi daerah pertumbuhan baru di selatan Sulsel.

"Bila industri yang masuk juga beroperasi, maka pengangguran diharapkan habis dan berbalik menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat," urainya.

Di bidang kesehatan, kehadiran lembaga krisis center (BSB) yang merupakan kali pertama di Indonesia pelayanan berbasis dokter, juga berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi hingga nol persen.

Wakil Gubernur Provinsi Preah, HE Suy Sarith yang menjadi juru bicara mengaku sangat terkesan dengan program yang dilakukan Bupati Bantaeng.

"Kami sangat kagum dan senang melihat bagaimana Bantaeng bisa membalik fakta dari daerah tertinggal menjadi daerah pertumbuhan ekonomi baru. Dan, perubahan besar dilakukan sejak 2008 menjadikan daerah kering menjadi daerah berpemandangan indah," terang Suy Sarith.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia- Prancis Teken...
Indonesia- Prancis Teken Kerjasama Pertahanan termasuk Caesar dan Amunisi buatan KNDS France
Bilateral Menteri Keuangan...
Bilateral Menteri Keuangan RI-AS
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China
Indonesia–Swiss Teken...
Indonesia–Swiss Teken Mou Kerjasama Penanggulangan Bencana
Indonesia-India Teken...
Indonesia-India Teken Kerjasama Keselamatan dan Keamanan Maritim
Inggris-Indonesia Sepakat...
Inggris-Indonesia Sepakat Perpanjang Kemitraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
25 menit yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
32 menit yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
33 menit yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
42 menit yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
46 menit yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved