Hatta: Jika diam, 2020 RI hanya akan jadi pasar
Kamis, 14 November 2013 - 11:28 WIB
Hatta: Jika diam, 2020 RI hanya akan jadi pasar
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, apabila Indonesia tidak mengambil langkah daya saing, maka pada 2020 Indonesia hanya akan jadi pasar besar bagi negara-negara lainnya.
Seperti diketahui, 2020 adalah tahun dimulainya liberalisasi perdagangan di wilayah Asia Pasifik yang masuk di dalam APEC.
"Ada aliran modal yang masuk secara bebas dan juga investasi yang terus masuk (free flow) yang akan menentukan apakah kita bisa menjadi basis produksi ataukah hanya menjadi pasar besar bagi mereka," terang Hatta di Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Dia meminta Indonesia terus meningkatkan daya saing, terutama dengan meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Penetrasi science dan teknologi serta pengetahuan dalam pembangunan ekonomi harus menjadi ciri pembangunan kita," sambungnya.
Hatta juga mengungkapkan, liberalisasi 2020 akan terjadi dengan cepat dalam beberapa hal, seperti perpindahan tenaga kerja dan aliran modal serta investasi yang masuk.
"Ditambah lagi kita juga melakukan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Agreement (RCEP) dengan enam negara," tandasnya.
Seperti diketahui, 2020 adalah tahun dimulainya liberalisasi perdagangan di wilayah Asia Pasifik yang masuk di dalam APEC.
"Ada aliran modal yang masuk secara bebas dan juga investasi yang terus masuk (free flow) yang akan menentukan apakah kita bisa menjadi basis produksi ataukah hanya menjadi pasar besar bagi mereka," terang Hatta di Gedung Lemhannas, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Dia meminta Indonesia terus meningkatkan daya saing, terutama dengan meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Penetrasi science dan teknologi serta pengetahuan dalam pembangunan ekonomi harus menjadi ciri pembangunan kita," sambungnya.
Hatta juga mengungkapkan, liberalisasi 2020 akan terjadi dengan cepat dalam beberapa hal, seperti perpindahan tenaga kerja dan aliran modal serta investasi yang masuk.
"Ditambah lagi kita juga melakukan kesepakatan Regional Comprehensive Economic Agreement (RCEP) dengan enam negara," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :