Sekarang, momentum akumulasi beli saham

Kamis, 14 November 2013 - 16:29 WIB
Sekarang, momentum akumulasi...
Sekarang, momentum akumulasi beli saham
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang berpendapat, selama sisa waktu 30 hari perdagangan jelang penutupan akhir tahun ini merupakan waktu tepat untuk melakukan akumulasi beli saham-saham yang tengah turun dalam, namun dengan fundamental baik.

"Kita lihatkan sekarang beberapa saham sudah jatuh sangat dalam. Ini sebenarnya justru menjadi momentum selama sisa waktu 30 hari perdagangan ini untuk melakukan pembelian (saham)," kata Edwin saat dihubungi Sindonews, Kamis (14/11/2013).

Peluang tersebut, Edwin menjelaskan, lantaran jelang akhir tahun biasanya pasar saham akan mulai bergairah lagi untuk menghadapi tahun perdagangan baru, dimana biasanya akan dibarengi dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Jelang akhir tahun itu, kita punya kebiasaan window dressing. Sudah begitu, akan ada January Effect dan indeks akan naik. Jadi, manfaatkan sisa waktu 30 hari perdagangan ini untuk melakukan pembelian," ujar dia.

Mengenai sektor yang layak dicermati dan bisa diakumulasi beli, Edwin menyarankan, saham-saham berbasis batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), konsumer dan media.

"Media ini menarik karena pendapatan iklan juga semakin tinggi. Seperti MSKY (MNC Sky Vision) kinerjanya juga positif di kuartal III kemarin," kata dia.

Di luar sektor tersebut dan di tengah tekanan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang telah menembus angka 7,5 persen, menurut dia, saham sektor perbankan dengan fundamental baik juga layak diakumulasi jelang akhir tahun 2013.

Saham perbankan yang layak diakumulasi tersebut, yakni saham PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Di sisi lain, saham perusahaan konstruksi juga menarik untuk diakumulasi di tengah kondisi yang kurang menarik di tengah kenaikan BI Rate.

"Sektor konstruksi memang kurang diuntungkan juga dengan kenaikan BI Rate. Tapi saham-sahamnya masih ada yang menarik untuk diakumulasi, ada PTPP, ADHI dan WIKA," tutur Edwin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Para Investor Pemula?...
Para Investor Pemula? Simak Tips Memilih Saham Berikut Ini
ERAA Bagikan Dividen...
ERAA Bagikan Dividen Tahun Buku 2021 Rp362,48 Miliar
IPO Menjadi Pintu Masuk...
IPO Menjadi Pintu Masuk Lambungkan Kekayaan Miliarder Dunia
Majoris Asset Management...
Majoris Asset Management dan Istiqlal Global Fund Luncurkan Wakaf Saham Istiqlal
Sekolah Pasar Modal...
Sekolah Pasar Modal untuk Edukasi Investasi Saham Timnas Indonesia U-20
FOREXimf Bermitra dengan...
FOREXimf Bermitra dengan Rizki Aditama agar Trader Indonesia Lebih Cerdas
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
2 Raksasa Perusahaan...
2 Raksasa Perusahaan Rokok Setop Beli Tembakau Temanggung
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved