Harga minyak di perdagangan dunia melebar

Kamis, 14 November 2013 - 20:59 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan dunia melebar
A A A
Sindonews.com - Harga minyak global di perdagangan dunia melebar, jelang data terbaru persediaan minyak mentah AS. Sementara investor menunggu Senat atas pengajuan calon Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, bertambah 61 sen menjadi USD107,73 per barel dalam transaksi sore di London, menanggapi beberapa kerusuhan Libya. Sementara kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun 58 sen menjadi USD93,28 per barel.

Sore waktu AS, pedagang akan mencerna snapshot terbaru persediaan minyak mentah Amerika Serikat.

Di sisi lain, pasar minyak secara erat mengikuti perdebatan Federal Reserve AS untuk kembali pada skala stimulus USD85 miliar per bulan.

"Pasar global fokus pada petunjuk apakah The Fed akan mulai melakukan tapering sebelum akhir tahun ini," kata Kepala Konsultan Minyak Asia-Pasifik dan Praktek Gas EY, Sanjeev Gupta, seperti dilansir dari AFP, Kamis (14/11/2013).

Permulaan tapering akan mendorong greenback, yang membuat harga minyak dalam dolar AS (USD) lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain.

Dalam sambutannya yang di hadapan Senat, Wakil Ketua Fed, Yellen mengisyaratkan dukungannya untuk melanjutkan program stimulus moneter hingga perekonomian AS tumbuh lebih kuat.

"Sebuah pemulihan yang kuat pada akhirnya akan memungkinkan The Fed mengurangi akomodasi moneter dan ketergantungan pada alat-alat kebijakan yang tidak konvensional, seperti pembelian aset," ujarnya.

"Saya percaya, bahwa mendukung pemulihan saat ini adalah jalan paling pasti untuk kembali ke pendekatan kebijakan moneter yang lebih normal," jelas Yellen.

Sambutan singkatnya itu disiapkan untuk Senat Komite Perbankan, yang akan menandatangani nominasinya (calon kepala Fed) sebelum seluruh Senat melakukan penilaian, dan menempatkannya sejalan dengan ekspansif kebijakan moneter bank sentral saat ini.

Di sisi lain, pasar minyak juga dipengaruhi ketidakpastian akibat gangguan pasokan di Libya yang memberikan dukungan terhadap Brent, patokan untuk pasar Eropa.

Seorang pejabat minyak Libya mengatakan, bahwa pemadaman produksi yang berkaitan dengan protes politik telah mengurangi output menjadi 250.000 barel per hari, dari 1,5 juta barel per hari sebelum protes meletus pada Juli lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved