Kopi luwak dinilai negatif, ini jawaban Wamendag

Jum'at, 15 November 2013 - 15:53 WIB
Kopi luwak dinilai negatif,...
Kopi luwak dinilai negatif, ini jawaban Wamendag
A A A
Sindonews.com - Kopi luwak yang saat ini menjadi icon kopi dunia mulai mendapat perhatian negatif. Salah satunya, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), organisasi pencinta hewan, di mana organisasi ini menentang keberadaan kopi luwak.

"Ada PETA, organisasi penyayang hewan. Kan isunya dibilang kopi luwak itu melanggar hak-hak keluwakan, atau hak-hak kehewanan. Karena sepertinya kopi luwak ini dipaksa," ujar Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi di Kemendag, Jakarta, Jumat (15/11/2013).

Menurutnya, hal ini merupakan salah satu cara untuk menjatuhkan komoditas khas Indonesia. Karena kehadiran kopi luwak sendiri membuat Indonesia mendapat perhatian besar. Sehingga banyak pihak yang menyukai kopi khas Indonesia ini dan membuat perdagangan kopi di Indonesia meningkat.

"Ini adalah bagian dari perang dagang. Kopi luwak itu kompetitifnya sangat tinggi, harganya sangat mahal, dan betul-betul mengangkat kopi Indonesia karena eksotisnya. Jadi ada yang mengganggu, ada pihak-pihak yang mengeluarkan pernyataan yang seharusnya tidak perlu," terang dia.

Lebih jauh bayu menjelaskan, bahwa kopi luwak yang menjadi perdebatan itu adalah kopi yang berasal dari luwak yang ditangkar atau dikandangkan.

"Namun kita harus melihat ini secara khusus, apabila memang dalam proses peternakan luwak memang ada pelanggaran hak-hak asasi hewan, tetapi kita tidak bisa menggeneralisasi bahwa semua yang ditangkar itu jelek. Ini kan bisa sama saja seperti sapi perah, yang dikasih makan, dibesarkan, lalu diperah susunya," katanya.

Bayu menilai, jika benar pelanggaran terhadap penangkaran itu terjadi, justru akan merugikan si pengusaha. "Justru kalau ada pengusaha yang demikian, maka dia akan rugi. Karena luwaknya sakit, produktivitasnya akan kurang, sebab kurang asupan gizi yang lain," pungkas Wamendag.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hari Kopi Sedunia, Jumlah...
Hari Kopi Sedunia, Jumlah Pecinta Kopi di Indonesia Terus Menanjak
Ini 5 Jenis Kopi Asli...
Ini 5 Jenis Kopi Asli Nusantara yang Go International
Ingin Bikin Kopi Ala...
Ingin Bikin Kopi Ala Barista, Berikut Tips dari One Two Cups
Kafe-Kafe Kekinian Ternyata...
Kafe-Kafe Kekinian Ternyata Banyak Menggunakan Kopi Jenis Ini
Barista Challenge Bisa...
Barista Challenge Bisa Jadi Ajang Memperkenalkan Kopi Nusantara ke Kancah Internasional
Nikmati Kopi Sumatera...
Nikmati Kopi Sumatera dari NESPRESSO Limited Edition Master Origins 2020
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
22 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
34 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved