Rupiah diproyeksi masih sulit bangkit

Selasa, 19 November 2013 - 08:42 WIB
Rupiah diproyeksi masih...
Rupiah diproyeksi masih sulit bangkit
A A A
Sindonews.com - Berbeda dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan gairah penguatannya, laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi semakin terperosok ke zona pelemahan jelang rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada pekan ini.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memperkirakan, laju nilai tukar rupiah terhadap USD akan bergerak pada rentang Rp11.672-11.600/USD mengacu kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Menurut Reza, potensi pelemahan ini datang lantaran masih adanya rasa kekhawatiran terhadap hasil pertemuan FOMC pekan ini, sehingga pelaku pasar mencari aman dengan melepas rupiah dan kembali melakukan akumulasi.

"Kondisi ini berbanding terbalik dengan sentimen positif dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia di level BBB- oleh Fitch Rating serta laju dolar Australia dan rupee yang mulai menguat menanggapi sentimen positif dari berita reformasi keuangan ekonomi China dan spekulasi Janet Yellen akan tetap mempertahankan stimulus," tutur Reza, Selasa (19/11/2013).

Sementara dinaikkannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang saat ini telah berada di level 7,5 persen masih belum menunjukkan dampak berarti pada laju rupiah.

Padahal, lanjut Reza, laju IHSG diprediksi masih akan mengalami penguatan setelah kemarin IHSG terimbas positifnya laju bursa saham Asia serta menghijaunya bursa saham AS dan Eropa di akhir pekan lalu.

Adapun, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore kemarin berakhir di level Rp11.635/USD atau melemah 12 poin dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.623/USD.

Sedangkan, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada awal pekan ini di level Rp11.627/USD atau terdepresiasi 66 poin dibandingkan penutupan hari akhir pekan lalu di level Rp11.561/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
53 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved