Parlemen Eropa setujui anggaran 2014-2020

Selasa, 19 November 2013 - 19:42 WIB
Parlemen Eropa setujui...
Parlemen Eropa setujui anggaran 2014-2020
A A A
Sindonews.com - Parlemen Eropa untuk pertama kalinya menyetujui pemotongan anggaran jangka panjang Uni Eropa setelah berbulan-bulan terjadi perdebatan sengit atas pengurangan pengeluaran periode 2014-2020.

Dilansir dari AFP, Selasa (19/11/2013), anggaran tersebut disetujui mayoritas dari 682 anggota parlemen, termasuk konservatif dan sosialis. Masing-masing sebanyak 537 mendukung, 126 menentang dan 19 abstain.

Anggaran yang dikenal sebagai Kerangka Keuangan Multi-tahunan (MFF), mereka menyediakan 908 miliar euro untuk pembayaran dan 960 miliar euro dalam komitmen pendanaan atau 3,7 persen dan 3,5 persen kurang dari tahun anggaran 2007-2013.

Langkah terakhir untuk cetak biru (blue print) tujuh tahun Uni Eropa, yang menetapkan prioritas pengeluaran untuk blok 28 negara sesuai dengan tujuan ekonomi dan politik.

Pembacaan ini menandai akhir pertempuran sengit di mana anggaran menjadi perdebatan atas upaya penghematan antara eksekutif Uni Eropa, Komisi Eropa dan Parlemen Eropa, yang menginginkan lebih banyak anggaran untuk meningkatkan pertumbuhan dan pekerjaan.

Presiden Parlemen Eropa, Martin Schulz (seorang Sosialis Jerman), menyambut baik hasil ini dengan mengatakan dana Uni Eropa akan mengalir tepat waktu pada 1 Januari 2014.

"Artinya, dana Uni Eropa yang sangat dibutuhkan dapat diinvestasikan ke dalam program mulai dari memerangi pengangguran kaum muda, dukungan untuk daerah di Uni Eropa melalui dana struktural, pendanaan dalam penelitian, pengembangan dan dukungan untuk pertanian," ujar Schulz.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Presiden Jokowi di KTT...
Presiden Jokowi di KTT ASEAN - Uni Eropa
Duta Besar Uni Eropa...
Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi Jadi Dosen Tamu di UKI
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
22 menit yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
2 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
4 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
5 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
7 jam yang lalu
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved