Harga minyak di perdagangan dunia merosot

Selasa, 19 November 2013 - 20:21 WIB
Harga minyak di perdagangan...
Harga minyak di perdagangan dunia merosot
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan global merosot menjelang pembicaraan penting antara kekuatan utama dunia dan produsen minyak mentah Iran atas program nuklirnya.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun 20 sen menjadi USD92,83 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari merosot 14 sen menjadi USD108,33 per barel dalam transaksi di London.

Dealer sedang menunggu pertemuan program nuklir Iran di Jenewa, Swiss, Rabu (20/11/2013), setelah upaya mencapai kesepakatan awal bulan lalu gagal.

Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, Perancis dan Jerman, yang dikenal secara kolektif dengan sebutan kelompok P5+1 akan bertemu dengan para pejabat Iran untuk menemukan jalan dari kebuntuan.

"Pertemuan ini kemungkinan akan menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak dan perjanjian sementara interim pertama akan terbatas dalam hal sanksi. Mereka masih harus menyiapkan beberapa kejelasan tentang jadwal untuk langkah berikutnya dan kerangka waktu yang perlu dipertimbangkan untuk beberapa bantuan resmi terkait sanksi ekspor minyak," kata analis konsultan Petromatrix, Olivier Jakob, seperti dilansir dari AFP, Selasa (19/11/2013).

Negara-negara Barat menuduh Iran menggunakan program nuklirnya untuk mengembangkan senjata. Iran membantah tuduhan itu, dengan bersikeras untuk tujuan damai. Namun, ekonomi mereka menderita akibat sanksi yang mendorong penyelesaian di meja perundingan.

Pasar minyak juga jatuh di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan segera mengurangi stimulus ekonomi konsumen minyak mentah dunia itu.

Di sisi lain, pasar juga akan memperhatikan pidato Ketua Fed Ben Bernanke, yang akan mengakhiri jabatannya untuk melihat apakah dirinya akan memberikan petunjuk tentang kapan bank akan mulai memangkas stimulus.

"Sentimen berkurang akibat spekulasi bahwa Fed bisa mulai melakukan tapering pembelian obligasi lebih cepat dari yang diantisipasi," kata analis broker Sucden, Kash Kamal.

Seperti diketahui, program pembelian obligasi The Fed sebesar USD85 miliar, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (QE) ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
19 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved