HSBC: Indeks manufaktur China November melemah

Kamis, 21 November 2013 - 10:57 WIB
HSBC: Indeks manufaktur...
HSBC: Indeks manufaktur China November melemah
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan manufaktur China melambat pada November 2013 karena ekspor menurun dan pabrik menunda restocking akibat melemahnya permintaan.

Pembacaan awal indeks pembelian manajer (PMI) HSBC di sektor manufaktur bulan ini datang di angka 50,4 poin, turun dari pembacaan akhir pada Oktober 50,9 poin, sebagai angka tertinggi dalam tujuh bulan.

Indeks yang mengukur aktivitas manufaktur di pabrik-pabrik China dan UKM ini merupakan indikator yang diawasi ketat atas kesehatan ekonomi negara tersebut. Angka di atas 50 poin menunjukkan pertumbuhan, sedangkan di bawahnya sinyal kontraksi.

"Momentum pertumbuhan China sedikit melunak pada November," kata Qu Hongbin, ekonom HSBC di Hong Kong , dalam pernyataannya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (21/11/2013).

Menurut Hongbin, angka tersebut masih yang tertinggi kedua sejak Maret, namun tergelincir dari bulan lalu karena pesanan ekspor lemah dan laju kegiatan restocking memperlambat. Ia melihat pemimpin China mungkin akan mempertahankan kebijakan "yang relatif akomodatif " untuk mendukung pertumbuhan.

Perekonomian China pulih dari perlambatan pertumbuhan dalam dua kuartal untuk memperluas 7,8 persen pada Juli-September, terutama pada bagian belakang stimulus pemerintah yang meningkatkan infrastruktur, investasi aset tetap di perkotaan, pemotongan pajak dan kebijakan moneter yang lebih longgar.

Analis telah memperingatkan bahwa pemulihan mungkin akan kehilangan beberapa momentum pada kuartal keempat, dengan kebijakan Beijing pro-growth stance cenderung berubah netral.

Pembacaan PMI akhir HSBC pada Oktober dijadwalkan akan dirilis pada 2 Desember 2013.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved