Pasar kerja domestik buruh 20 juta tenaga terampil

Kamis, 21 November 2013 - 15:44 WIB
Pasar kerja domestik...
Pasar kerja domestik buruh 20 juta tenaga terampil
A A A
Sindonews.com - Kondisi pasar tenaga kerja domestik Indonesia saat ini sangat membutuhkan tenaga terampil dalam jumlah besar. Kebutuhan tenaga terampil yang merupakan lulusan vokasional ini bahkan mencapai 20 juta orang.

"Sejauh ini, seluruh permintaan pasar tenaga kerja baru mencapai 115 juta orang. Lebih dari 25 juta tenaga kerja diantaranya merupakan lulusan vokasi. Dan selanjutnya masih dibutuhkan 20 juta tenaga terampil lulusan vokasional," ujar Rektor UGM, Pratikno, Kamis (21/11/2013).

Dia mengakui, meski jumlah kebutuhan tenaga terampil ini membuka peluang lapangan kerja yang luas, namun untuk memenuhinya dari tenaga kerja domestik dalam dua tahun ke depan tidaklah mudah.

Menurutnya, dengan diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) mulai 2015, lulusan vokasional domestik harus bersaing dengan tenaga kerja asing merebutkan lapangan kerja dalam negeri.

"ASEAN Economic Community 2015 menjadikan anak-anak muda ASEAN bisa mencari pekerjaan lintas negara di kawasan ASEAN. Mau tidak mau, lulusan vokasi kita juga harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Artinya, tidak ada lagi pasar kerja domestik, tapi yang ada adalah pasar kerja internasional, walaupun pekerjaan itu ada di Kulonprogo, Magelang atau lainnya," jelas dia.

Pratikno mengatakan, Indonesia di masa mendatang akan menjadi pasar tenaga kerja potensial, bahkan oleh perusahaan multinasional. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyarakat yang cukup tinggi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik beberapa tahun belakangan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
9 Perusahaan P3MI Gugat...
9 Perusahaan P3MI Gugat Menteri Tenaga Kerja
Imbas Nyata Investasi...
Imbas Nyata Investasi di Bontang, Ratusan Tenaga Kerja Lokal Terserap
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
5 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
6 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
6 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
7 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
7 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
7 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved