Harga minyak dunia terdongkrak

Kamis, 21 November 2013 - 21:01 WIB
Harga minyak dunia terdongkrak
Harga minyak dunia terdongkrak
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan global hari ini naik, karena pasar bereaksi terhadap tiga faktor, yaitu perkembangan pembicaraan nuklir Iran, prospek stimulus Federal Reserve AS dan data manufaktur China.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik 32 sen menjadi USD94,17 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Januari, naik 17 sen menjadi USD108,23 per barel dalam transaksi tengah di London.

Pembicaraan ketiga sejak Presiden Iran Hassan Rouhani menjabat, bertujuan agar eksportir utama minyak dunia tersebut kembali ke skala program nuklirnya dengan imbalan dapat keringanan sanksi.

"Penundaan lebih lanjut dalam resolusi atau pengenaan sanksi tambahan bisa memberikan dasar untuk bergerak (harga) lebih tinggi di sesi mendatang," kata analis broker Sucden, Kash Kamal, seperti dilansir dari AFP, Kamis (21/11/2013).

Kelompok P5+1, yaitu Inggris, China, Perancis, Rusia dan Amerika Serikat plus Jerman, ingin Iran menutup bagian-bagian tertentu dari program energi nuklirnya, yang dicurigai Barat untuk pengembangan senjata. Namun, Iran membantah tuduhan itu.

Kedua belah pihak telah memulai kembali perundingan, Rabu (20/11/2013), bertujuan mencapai kesepakatan bersejarah meskipun pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei telah bersumpah untuk tidak mundur satu langkah pun.

Pedagang minyak juga bereaksi atas pertemuan Federal Reserve (Fed) terakhir, yang memberikan tanda bank sentral telah mempertimbangkan kemungkinan melakukan tapering program stimulus dalam beberapa bulan mendatang.

Di sisi lain, Departemen Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah komersial Amerika telah meningkat 400.000 barel untuk minggu lalu, lebih rendah dari ekspektasi pasar kenaikan 700.000 barel. Pasar memperhatikan data ini karena AS adalah konsumen minyak mentah terbesar di dunia.

Sementara data awal manufaktur China melambat pada November 2013. HSBC mencatat indeks pembelian manajer (PMI) di sektor manufaktur datang di angka 50,4 poin, turun dari pembacaan akhir pada Oktober sebesar 50,9 poin, yang merupakan tertinggi dalam tujuh bulan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
14 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
21 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
44 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved