Menkeu: Rupiah melemah karena BI tak intervensi
Jum'at, 22 November 2013 - 09:21 WIB
Menkeu: Rupiah melemah karena BI tak intervensi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri menyebut bahwa pelemahan rupiah yang terjadi pada hari kemarin karena Bank Indonesia (BI) tidak melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas).
Kendati demikian, Chatib menjelaskan bahwa langkah yang diambil BI tersebut sudah baik untuk mengikuti langkah pasar pada akhir bulan.
"Memang pada setiap akhir bulan kebutuhan valas akan meningkat," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/11/2013) malam.
Dia menjelaskan, langkah yang telah diambil Bank Sentral itu akan membuat defisit transaksi berjalan mengecil karena harga barang impor akan naik sampai 15 persen.
"Di sisi yang lain, harga barang ekspor akan menjadi murah 15 persen, sehingga defisit di current account-nya akan jadi lebih kecil," ujar dia.
Namun secara umum Chatib menerangkan, masih ada kekhawatiran mengenai dampak dari terjadinya tapering off di pasar keuangan global, terbukti dari melemahnya indeks di kawasan regional pada hari kemarin.
"Walaupun sebetulnya (Ben) Bernanke (Gubernur The Fed) menyatakan QE-nya masih akan berlanjut," tutur Chatib.
Kendati demikian, Chatib menjelaskan bahwa langkah yang diambil BI tersebut sudah baik untuk mengikuti langkah pasar pada akhir bulan.
"Memang pada setiap akhir bulan kebutuhan valas akan meningkat," ujar Chatib di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/11/2013) malam.
Dia menjelaskan, langkah yang telah diambil Bank Sentral itu akan membuat defisit transaksi berjalan mengecil karena harga barang impor akan naik sampai 15 persen.
"Di sisi yang lain, harga barang ekspor akan menjadi murah 15 persen, sehingga defisit di current account-nya akan jadi lebih kecil," ujar dia.
Namun secara umum Chatib menerangkan, masih ada kekhawatiran mengenai dampak dari terjadinya tapering off di pasar keuangan global, terbukti dari melemahnya indeks di kawasan regional pada hari kemarin.
"Walaupun sebetulnya (Ben) Bernanke (Gubernur The Fed) menyatakan QE-nya masih akan berlanjut," tutur Chatib.
(rna)