Gita pertimbangkan kerugian jika RI-Australia 'cerai'

Jum'at, 22 November 2013 - 18:45 WIB
Gita pertimbangkan kerugian...
Gita pertimbangkan kerugian jika RI-Australia 'cerai'
A A A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan mengatakan, akan ada kerugian besar bila hubungan diplomatik Indonesia dan Australia terputus. Hubungan kedua negara sedang memanas terkait isu penyadapan yang dilakukan Australia

"Contohnya kalau sapi selama ini kita hanya bisa impor sapi hidup dari Australia, kalau itu diputuskan hubungannya akan sulit untuk memasok kebutuhan yang meningkat terus setiap tahun dan itu dampaknya pada harga. Apakah kita siap untuk terima kenyataan harganya ini akan meningkat secara signifikan," kata Gita di Kantor Kemendag Jakarta, Jumat (22/11/2013).

Meski masih berat untuk memutus hubungan perdagangan, namun Indonesia sudah mulai ancang-ancang untuk dapat mengimpor sapi dari India dan Brasil. Caranya dengan memberlakukan kembali aturan zone based dengan merevisi UU Peternakan.
Selama ini, Indonesia terbatas memasukan sapi impor dari Australia dan Selandia Baru karena menganut country based sesuai UU.

"Tapi apapun yang dilakukan ke depan itu harus bijaksana, dalam arti kita juga harus sadar bahwa kita hanya bisa melakukan impor produk pertanian dan peternakan tertentu hanya dari Australia. Tentunya ini mungkin salah satu langkah ke depannya untuk merevisi UU peternakan agar kita ada kebebasan untuk melakukan importasi dari manapun," terangGita.

Mendag menggambarkan perbandingan harga sapi di India dan Brasil saat ini jauh lebih murah ketimbang Australia. Karena itu, UU No 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan harus segera direvisi, agar dapat memasukan sapi dan daging India dan Brasil.

"India saya tahu daging sapinya murah sekali setengah harga, tapi memang belum bisa kita melakukan importasi daging sapi dari India. Sedangkan negara tetangga seperti India itu mayoritas impor daging sapinya itu dari India dan itu jauh lebih murah dan sudah memenuhi persyaratan kesehatan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
RI dan Australia Jalin...
RI dan Australia Jalin Kerjasama Pengembangan Energi Hijau
Di Pertemuan ASEAN-Australia,...
Di Pertemuan ASEAN-Australia, RI Dorong Kerjasama Pengembangan Obat dan Vaksin Covid-19
Denpasar-Darwin Pererat...
Denpasar-Darwin Pererat Kerja Sama Sister City di Pariwisata dan SDM
Kerjasama AS-Australia...
Kerjasama AS-Australia Ciptakan Senjata Hipersonik
Kembali Mesra, Australia-Prancis...
Kembali Mesra, Australia-Prancis Perkuat Kerjasama Pertahanan
Australia Tertarik Kerjasama...
Australia Tertarik Kerjasama Pengembangan Vaksin dengan Indonesia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
16 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
22 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
37 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
2 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved