Jelang Pemilu, Indef berharap masalah ini tuntas
Selasa, 26 November 2013 - 09:35 WIB
Jelang Pemilu, Indef berharap masalah ini tuntas
A
A
A
Sindonews.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menggelar seminar nasional dengan tema, "Proyeksi Ekonomi 2014, Akankah Krisis Berlanjut?" di hotel JS luwansa, Selasa (26/11/2013).
Acara ini dibuka oleh Direktur Indef Enny Sri Hartati. Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa Indonesia akan segera memasuki tahun politik pada 2014.
"Tahun 2014 akan menentukan banyak perubahan dan ini sangat berhubungan dengan arah, pola dan kebijakan pembangunan untuk lima tahun mendatang," ujar dia.
Lebih lanjut Enny mengatakan, peristiwa politik itu juga akan menentukan perubahan kondisi perekonomian Indonesia mendatang. Salah satu aspek fundamental yang sangat mendesak untuk diselesaikan, menurut dia adalah persoalan defisit transaksi berjalan.
"Defisit ini secara umum mencerminkan kinerja perekonomian yang melemah," ujar dia.
Jika persoalan defisit transaksi berjalan ini tidak dapat segera diselesaikan, implikasi bagi melemahnya kinerja perekonomian akan semakin besar. Defisit ini dapat memicu aksi spekulasi yang semakin liar, sehingga dapat mendorong terjadinya depresiasi atau bahkan krisis nilai tukar
Sekedar informasi, defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2013 menyusut menjadi USD8,4 miliar atau 3,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dibanding kuartal sebelumnya sebesar USD9,9 miliar atau 4,4 persen dari PDB.
Acara ini dibuka oleh Direktur Indef Enny Sri Hartati. Dalam sambutannya, dia mengatakan bahwa Indonesia akan segera memasuki tahun politik pada 2014.
"Tahun 2014 akan menentukan banyak perubahan dan ini sangat berhubungan dengan arah, pola dan kebijakan pembangunan untuk lima tahun mendatang," ujar dia.
Lebih lanjut Enny mengatakan, peristiwa politik itu juga akan menentukan perubahan kondisi perekonomian Indonesia mendatang. Salah satu aspek fundamental yang sangat mendesak untuk diselesaikan, menurut dia adalah persoalan defisit transaksi berjalan.
"Defisit ini secara umum mencerminkan kinerja perekonomian yang melemah," ujar dia.
Jika persoalan defisit transaksi berjalan ini tidak dapat segera diselesaikan, implikasi bagi melemahnya kinerja perekonomian akan semakin besar. Defisit ini dapat memicu aksi spekulasi yang semakin liar, sehingga dapat mendorong terjadinya depresiasi atau bahkan krisis nilai tukar
Sekedar informasi, defisit transaksi berjalan pada kuartal III/2013 menyusut menjadi USD8,4 miliar atau 3,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dibanding kuartal sebelumnya sebesar USD9,9 miliar atau 4,4 persen dari PDB.
(rna)
Lihat Juga :