Indef: Pemerintah salah 'obat' sembuhkan defisit perdagangan

Selasa, 26 November 2013 - 16:37 WIB
Indef: Pemerintah salah...
Indef: Pemerintah salah 'obat' sembuhkan defisit perdagangan
A A A
Sindonews.com - Perjalanan perekonomian Indonesia tal pernah lepas dari defisit neraca perdagangan. Bahkan, defisit neraca perdagangan terjadi karena besarnya impor dibandingkan ekspor.

Direktur Indef, Enny Sri Hartati menilai hal tersebut adalah penyakit yang perlu disebuhkan, namun pemerintah dinilai tidak pernah memberikan obat yang tepat.

Menurutnya, pemerintah selalu menyelematkan defisit neraca perdagangan dengan kebijakan moneter seperti menaikkan suku bunga. Padahal, defisit ini harus diselesaikan dengan stimulus fiskal untuk sektor riil. Stimulus fiskal ini akan mampu meningkatkan ekspor.

"Defisit itu sumber utamanya sektor riil. Obat mujarab itu stimulus fiskal. Kalau terus-terusan pakai kebijakan moneter enggak cocok penyakit sama obat. Menggunakan instrumen moneter hanya menahan. Kalau kita sakit hanya mampu menahan rasa sakit," ucapnya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Enny mengatakan, persoalan mendasar defisit negara adalah defisit dari sektor riil Indonesia yang keropos. Untuk mengobatinya dipastikan adalah stimulus sektor riil yang mampu mengimbangi sektor moneter.

Masalah utama penyebab defisit neraca perdagangan atau biang keroknya adalah defisit migas, defisit impor bahan baku, serta impor pangan. Pemerintah dinilai tidak punya kebijakan fiskal yang konkret untuk keluar dari tiga hal tersebut, terutama mengurangi defisit impor minyak.

"Kalau impor bahan baku itu jalan keluarnya industri hilirisasi. Kita harus keluar dari tekanan bahan baku impor. Tidak ada instrumen fiskal merealisasikan industri hilir sampai saat ini," ujarnya.

Selanjutnya, masalah impor pangan, neraca pertanian yang masih bisa surplus hanya sektor perkebunan. Selain itu, defisit dan porsinya terus membesar.

"Kenapa obatnya selalu diberikan obat yang lain. Bukan obat yang pas. Seolah-olah ada pembiaran," pungkas Enny.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved