Pemerintah lembek tindak seng ilegal China

Selasa, 26 November 2013 - 19:24 WIB
Pemerintah lembek tindak...
Pemerintah lembek tindak seng ilegal China
A A A
Sindonews.com - Ketua Gabungan Asosiasi Pabrik Seng Indonesia (GAPSI), Rudi syamsudin menyayangkan sikap pemerintah yang tidak menindak seng ilegal dari China.

Pasalnya, seng tersebut dijual lebih murah dari seng industri lokal, namun kualitasnya sangat buruk. Jika pemerintah masih membiarkan ini terjadi maka Indonesia hanya akan menjadi negara penampung barang rongsokan dari China.

Dia mengutarakan, konsumen Indonesia yang membeli barang hanya dengan melihat harga tanpa mempertimbangkan kualitas.

"Impor itu tidak bisa menyamakan kualitas kita. Masyarakat kita yang penting harga murah mau bodong enggak bodong sama saja. Masa kita jadi penampung rongsokan China," katanya di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (26/11/2013).

Selain itu, masuknya seng ilegal ini juga menggerus pendapatan industri seng Indonesia. Tingginya harga seng dengan kualitas yang baik tidak bisa bersaing dengan seng ilegal murahan. Dia meminta pemerintah agar memperhatikan dan menindak keberadaan seng ilegal tersebut.

"50 persen turun (pendapatan) diganggu terus. Kita desak supaya pemerintah memperhatikan industri. Industri ini menjaga kualitas mereka. Industri mahal dari impor karena dituntut kualitas dan ada cost yang muncul. Bukan berarti untungnya banyak. Industri harus complain dengan aturan yang ada," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hampir 600.000 Produk...
Hampir 600.000 Produk Ilegal Diamankan, Nilainya Rp15 Miliar
PT Karya Laili Mendunia...
PT Karya Laili Mendunia Pastikan Produk Minuman Kolagen Laili Waiteu Legal
Pentingnya Literasi,...
Pentingnya Literasi, Mahasiswa Didorong Hindari Produk Keuangan Ilegal
BBPOM Makassar Sita...
BBPOM Makassar Sita Ratusan Produk Ilegal di Sulsel
Menjamur di Online,...
Menjamur di Online, Kosmetik Ilegal dan Abal-abal Bikin Galau Pengusaha
Peritel Cemas Rokok...
Peritel Cemas Rokok Ilegal Makin Menjamur Buntut Standardisasi Kemasan
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
24 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
24 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
39 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
45 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved