Pengusaha risau memanasnya hubungan RI-Australia

Rabu, 27 November 2013 - 10:29 WIB
Pengusaha risau memanasnya...
Pengusaha risau memanasnya hubungan RI-Australia
A A A
Sindonews.com - Hubungan diplomatik Indonesia-Australia masih memanas pasca penyadapan yang dilakukan Negara Kanguru tersebut terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pejabat lainnya. Pertikaian dua negara ini ternyata berdampak pada pengusaha Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengatakan, para pengusaha saat ini cukup risau. Jika melanjutkan bisnis dengan Australia nanti bisa dicap tidak nasionalis, namun jika menghentikan kerja sama akan berdampak pada bisnis pengusaha.

"Kalau di kami, pelaku usaha pasti akan ada dampaknya. Prospek usaha terganggu," kata Yugi di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (26/11/2013) malam.

Yugi menyebut, contoh riil terganggunya bisnis dalam negeri adalah yang terjadi PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Perusahaan pelat merah tersebut menghentikan sementara rencana pembelian lahan sapi di Australia. Meski demikian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tetap menyuruh melanjutkannya pembelian lahan sapau karena merupakan proses bisnis dan politik.

"RNI jadinya di-pending karena policy pemerintah. Prospek usaha keganggu karena kita jalan terus nanti tidak nasionalis. Kita terkendala dengan itu," ujar dia.

Yugi berharap, ketegangan kedua negara bisa diselesaikan dengan cepat. Jika berkepanjangan, maka pengusaha juga akan terus terganggu.

"Semoga legowo, kita legowo atau Australia yang legowo. Semoga cepat berdamailah," harap dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
9 menit yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
9 menit yang lalu
Danantara Resmi Gabung...
Danantara Resmi Gabung ke Forum Sovereign Wealth Fund Dunia, Ini Manfaatnya
27 menit yang lalu
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
56 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
1 jam yang lalu
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved