Rupiah tersungkur, harga terigu naik tahun depan

Jum'at, 29 November 2013 - 16:21 WIB
Rupiah tersungkur, harga...
Rupiah tersungkur, harga terigu naik tahun depan
A A A
Sindonews.com - PT Eastern Pearl Flour Mills (EPFM) memastikan kenaikan harga tepung terigu akan terjadi di awal 2014 sebagai dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

Karena, untuk memenuhi kebutuhan produksi tepung terigu, salah satu produsen terigu nasional ini mengimpor 100 persen bahan baku. Di mana gandumnya didatangkan dari beberapa negara seperti Kanada, Australia, dan Rusia.

Industrial Rekation Manager PT EPFM, Muammar Muhayyang mengatakan, saat ini harga terigu belum akan terganggu. Faktor kontrak bulanan bahan baku gandum yang berlangsung selama tiga bulanan cukup membantu stabilisasi harga.

"Terdepresiasinya rupiah hingga ke level Rp12.000 akan dirasakan awal Januari, karena kontrak pembelian saat ini akan dipakai untuk produksi Januari. Jadi kenaikan tidak serta merta. Kalau sekarang masih stabil," ujarnya kepada Koran Sindo, Jumat (29/11/2013).

Dia menuturkan, lonjakan harga diprediksi minimal Rp500 per kilogram (kg). Sehingga akan terkoreksi dari Rp7.000 per kg menjadi Rp7.500 per kg. Produksi PT EPFM sekitar 45 ribu metric ton (MT) per bulan.

Hasil tersebut sebagian besar atau sekitar 60 persen untuk kebutuhan Indonesia Timur sedang 40 persen sisanya untuk Indonesia barat. Khusus untuk kebutuhan tepung terigu di Makassar rata-rata 12 ribu MT per bulan dan 15 ribu MT per bulan di Sulsel.

"Dengan kapasitas produksi yang dimiliki saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap tepung terigu bisa tercukupi. Kami jamin tidak akan ada kelangkaan tepung terigu saat Natal dan Tahun Baru," jelas Muammar.

Apalagi, permintaan kenaikan di saat tersebut tidak sebesar saat memasuki Ramadhan dan Idul Fitri. Jika Ramadhan, lonjakan permintaan terjadi hingga 15 persen. Sedang saat Natal dan Tahun Baru hanya lima persen dari kebutuhan normal.

Muammar menjelaskan, produk EPFM yang sudah dikenal di Masyarakat seperti terigu cap K2, cap Gerbang, cap Gunung, cap Kompas dan cap Gatotkaca. Terigu-terigu ini digunakan untuk industri mie, roti, dan panganan lainnya.

Market share EPFM secara nasional berada di angka 15-17 persen. Namun, produsen tersebut menargetkan penguasaan pasar sedikitnya 22 persen yang diantaranya diupayakan melalui kegiatan promosi serta penjualan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
19 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved