Reksa dana ini berpotensi tetap memimpin di Desember
Sabtu, 30 November 2013 - 17:15 WIB
Reksa dana ini berpotensi tetap memimpin di Desember
A
A
A
Sindonews.com - Analis PT Infovesta Utama vilia Wati mengatakan, kinerja rata-rata reksa dana campuran dari sisi imbal hasil (return) pada sisa tahun ini berpeluang tetap memimpin dibanding reksa dana jenis lainnya.
"Dengan asumsi tidak ada perubahan yang signifikan pada bursa saham dan obligasi di bulan depan, reksa dana campuran berpotensi mencetak kinerja rata-rata year to date (ytd) 2013 yan lebih baik daripada reksa dana saham dan pendapatan tetap," kata dia kepada Sindonews, Sabtu (30/11/2013).
Vilia menjelaskan, hal itu terjadi karena selisih kinerja rata-rata reksa dana campuran dan saham hingga saat ini masih cukup jauh. Akibatnya, jika tidak ada penguatan lebih lanjut terhadap bursa saham Indonesia pada bulan terakhir tahun ini, maka reksa dana campuran berpeluang untuk tetap memimipin.
Sementara kinerja reksa dana campuran hingga akhir Oktober 2013 berdasarkan data PT Infovesta Utama mencatat kinerja lebih baik dibanding reksa dana jenis lainnya. Kinerja reksa dana campuran memberi return rata-rata mencapai 3,25 persen atau lebih tinggi dibanding return rata-rata reksa dana saham senilai 2,5 persen dan pendapatan tetap yang minus 1,53 persen.
Menurut Vilia, kinerja reksa dana campuran lebih baik dibanding reksa dana saham karena karakteristik reksa dana saham lebih agresif, sehingga ketika bursa saham mengalami koreksi beruntun pada Juni-Agustus 2013 memberi korelasi negatif terhadap reksa dana saham dengan mengalami penurunan lebih dalam.
Sementara adanya penempatan investasi pada obligasi di portofolio reksa dana campuran, dia menamabhakan, menopang reksa dana campuran untuk tidak tergerus sedalam reksa dana saham pada periode terkoreksinya bursa saham secara beruntun.
PT Infovesta Utama sebelumnya sempat memperoyeksikan rata-rata kinerja year on year (yoy) reksa dana saham pada tahun ini berkisar 206 persen, campuran 3-6 persen dan pendapatan tetap sekitar 2-3 persen.
Dengan kondisi saat ini tanpa didukung sentimen positif yang berarti, Vilia menuturkan, akan sulit bagi reksa dana untuk mencapai target tersebut.
"Jika tidak ada sentimen positif yang dapat menopang laju bursa saham dan obligasi di bulan Desember mendatang akan sulit bagi bagi reksa dana untuk mencapai proyeksi return yang kami perkirakan sebelumnya," tutur dia.
"Dengan asumsi tidak ada perubahan yang signifikan pada bursa saham dan obligasi di bulan depan, reksa dana campuran berpotensi mencetak kinerja rata-rata year to date (ytd) 2013 yan lebih baik daripada reksa dana saham dan pendapatan tetap," kata dia kepada Sindonews, Sabtu (30/11/2013).
Vilia menjelaskan, hal itu terjadi karena selisih kinerja rata-rata reksa dana campuran dan saham hingga saat ini masih cukup jauh. Akibatnya, jika tidak ada penguatan lebih lanjut terhadap bursa saham Indonesia pada bulan terakhir tahun ini, maka reksa dana campuran berpeluang untuk tetap memimipin.
Sementara kinerja reksa dana campuran hingga akhir Oktober 2013 berdasarkan data PT Infovesta Utama mencatat kinerja lebih baik dibanding reksa dana jenis lainnya. Kinerja reksa dana campuran memberi return rata-rata mencapai 3,25 persen atau lebih tinggi dibanding return rata-rata reksa dana saham senilai 2,5 persen dan pendapatan tetap yang minus 1,53 persen.
Menurut Vilia, kinerja reksa dana campuran lebih baik dibanding reksa dana saham karena karakteristik reksa dana saham lebih agresif, sehingga ketika bursa saham mengalami koreksi beruntun pada Juni-Agustus 2013 memberi korelasi negatif terhadap reksa dana saham dengan mengalami penurunan lebih dalam.
Sementara adanya penempatan investasi pada obligasi di portofolio reksa dana campuran, dia menamabhakan, menopang reksa dana campuran untuk tidak tergerus sedalam reksa dana saham pada periode terkoreksinya bursa saham secara beruntun.
PT Infovesta Utama sebelumnya sempat memperoyeksikan rata-rata kinerja year on year (yoy) reksa dana saham pada tahun ini berkisar 206 persen, campuran 3-6 persen dan pendapatan tetap sekitar 2-3 persen.
Dengan kondisi saat ini tanpa didukung sentimen positif yang berarti, Vilia menuturkan, akan sulit bagi reksa dana untuk mencapai target tersebut.
"Jika tidak ada sentimen positif yang dapat menopang laju bursa saham dan obligasi di bulan Desember mendatang akan sulit bagi bagi reksa dana untuk mencapai proyeksi return yang kami perkirakan sebelumnya," tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :