Laju IHSG sepekan tergantung rilis inflasi

Senin, 02 Desember 2013 - 08:51 WIB
Laju IHSG sepekan tergantung...
Laju IHSG sepekan tergantung rilis inflasi
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan ini diprediksi akan sangat bergantung pada pengumuman data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis tepat awal pekan ini.

"Diperkirakan pekan ini, IHSG akan berada pada rentang support 4.195-4.238 dan resisten 4.289-4.367," prediksi Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Senin (2/12/2013).

IHSG gagal bertahan di kisaran target support 4.282-4.310, sehingga memberikan gambaran aksi jual masih terjadi dan dapat kembali menahan laju IHSG di pekan ini, sehingga IHSG belum dapat keluar dari tren pelemahannya.

"Diharapkan rilis data-data ekonomi di awal pekan dapat lebih baik untuk mengurangi tekanan jual, namun tetap mewaspadai potensi pembalikan arah," ujar Reza.

Menilik laju IHSG di pekan kemarin, jelang akhir pekan yang sekaligus akhir bulan November, laju IHSG masih dalam zona tren penurunannya meskipun dapat ditutup menguat setelah di menit-menit terakhir terjadi aksi beli yang mengangkat IHSG.

Akan tetapi, IHSG belumlah sepenuhnya mengonfirmasi penguatan lanjutan. Sentimen dari dalam negeri, dimana laju nilai tukar rupiah terus mengalami kemerosotannya membuat mood pelaku pasar berkurang, sehingga mereka kembali lebih memilih mengamankan posisi masing-masing.

"Apalagi sentimen dari data-data ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini membuat pelaku pasar bersikap menahan diri," kata Reza.

Di sisi lain, meski asing mencatatkan jual bersih, namun terlihat mulai kembali melakukan beli bersih dengan memanfaatkan aksi jual yang melemahkan pasar.

Sepanjang pekan kemarin, asing berkurang aksi jualannya hingga senilai Rp8,69 miliar atau lebih rendah dari pekan sebelumnya Rp242,488 miliar. Mengawali pekan kemarin, IHSG masih sempat berada dalam zona hijau memanfaatkan positifnya laju bursa saham AS yang berimbas pada laju bursa saham Asia.

Akan tetapi, laju penguatan IHSG yang diharapkan dapat naik secara signifikan tidak sepenuhnya terjadi karena tertahan dengan masih melemahnya nilai tukar rupiah.

Kondisi pasar untuk jualan belum sepenuhnya sirna, sehingga IHSG pun hanya mengalami penguatan terbatas dan setiap kenaikan yang terjadi dimanfaatkan untuk ambil untung.

Belum lagi masih adanya aksi jualan asing membuat IHSG makin jauh dari harapan penguatan lanjutan. Pasca terjadinya aksi jual besar-besaran karena menanggapi negatif makin melemahnya nilai tukar rupiah, IHSG sempat dapat berbalik kembali menguat.

"Masih turunnya nilai tukar Rupiah dan bahkan tambah parah ketika level ketahanan yang seharusnya terjaga dapat tertembus, sehingga menimbulkan persepsi semakin dalamnya laju pelemahan tersebut dan anjloknya harga-harga obligasi pemerintah membuat laju IHSG semakin terseok-seok," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Tembus USD16,54 Miliar,...
Tembus USD16,54 Miliar, Ekspor Desember 2020 Tertinggi Sejak 2013
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Berita Terkini
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
15 menit yang lalu
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
28 menit yang lalu
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
54 menit yang lalu
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
1 jam yang lalu
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
2 jam yang lalu
Infografis
51 Orang di AS Tewas...
51 Orang di AS Tewas Akibat Badai Musim Dingin Sepekan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved