Rupiah dibuka terapresiasi ke Rp11.955/USD
Senin, 02 Desember 2013 - 10:10 WIB
Rupiah dibuka terapresiasi ke Rp11.955/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan bulan terakhir tahun ini menguat seiring relinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di zona hijau pada perdagangan pagi ini.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.955/USD, menguat 10 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.965/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.946/USD atau terapresiasi 31 poin dibandingkan penutupan hari terakhir pekan lalu di level Rp11.977/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.960/USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding Jumat (29/11/2013) di level Rp11.955/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini berada pada level Rp11.963/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.958/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, rilis data neraca pembayaran dan perdagangan diprediksi akan kembali mewarnai sekaligus turut mempengaruhi laju nilai tukar rupiah.
Dengan adanya kondisi makro ekonomi yang demikian, Reza memprediksikan, laju rupiah akan terbatas diwarnai aksi tunggu hasil pengumuman neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini.
"Diperkirakan laju rupiah dapat bertahan di atas target support Rp12.070 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.000-11.950 per USD mengacu kurs tengah BI," tutur Reza.
Sementara, IHSG pagi ini dibuka naik 20,72 poin atau 0,49 persen ke level 4.277,16. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,16 miliar dengan 14,38 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,25 miliar. Tercatat sebanyak 30 saham naik, 12 saham melemah dan 30 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.955/USD, menguat 10 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.965/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.946/USD atau terapresiasi 31 poin dibandingkan penutupan hari terakhir pekan lalu di level Rp11.977/USD.
Sementara data yahoofinance mencatat, mata uang domestik pagi hari ini di level Rp11.960/USD. Posisi ini terdepresiasi 5 poin dibanding Jumat (29/11/2013) di level Rp11.955/USD.
Adapun, data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini berada pada level Rp11.963/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.958/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, rilis data neraca pembayaran dan perdagangan diprediksi akan kembali mewarnai sekaligus turut mempengaruhi laju nilai tukar rupiah.
Dengan adanya kondisi makro ekonomi yang demikian, Reza memprediksikan, laju rupiah akan terbatas diwarnai aksi tunggu hasil pengumuman neraca perdagangan yang akan dirilis hari ini.
"Diperkirakan laju rupiah dapat bertahan di atas target support Rp12.070 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.000-11.950 per USD mengacu kurs tengah BI," tutur Reza.
Sementara, IHSG pagi ini dibuka naik 20,72 poin atau 0,49 persen ke level 4.277,16. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,16 miliar dengan 14,38 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,25 miliar. Tercatat sebanyak 30 saham naik, 12 saham melemah dan 30 saham stagnan.
(rna)