Data ekonomi masih berpotensi dukung laju rupiah

Selasa, 03 Desember 2013 - 08:37 WIB
Data ekonomi masih berpotensi...
Data ekonomi masih berpotensi dukung laju rupiah
A A A
Sindonews.com - Jelang penghujung tahun 2013, pelaku pasar semakin berkonsetrasi pada data-data ekonomi dalam negeri seperti data inflasi dan keseimbangan neraca perdagangan yang justru lebih mendominasi sentimen penggerak laju nilai tukar rupiah.

Padahal, rilis akselerasi inflasi zona Eropa telah membuat laju nilai tukar euro mampu bergerak lebih tinggi dari dolar Amerika Serikat (USD). Dengan rilis akselerasi tersebut memberikan persepsi nantinya ECB akan menahan stimulusnya, sehingga nilai tukar euro dapat menguat.

"Akan tetapi sentimen positif tersebut tidak banyak berimbas pada laju nilai tukar rupiah yang masih dalam tren pelemahannya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (3/12/2013).

Market sendiri malah menantikan sentimen yang biasa datang di akhir bulan, yakni perkiraan kondisi rilis data neraca pembayaran dan perdagangan lebih mempengaruhi laju nilai tukar rupiah.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Oktober 2013 mengalami surplus USD42,2 juta dibanding bulan sebelumnya membukukan defisit USD657,2 juta. Sementara inflasi November sebesar 0,12 persen, meski naik dibanding bulan sebelumnya senilai 0,09 persen, namun angka itu sesuai ekspektasi pasar dan dinilai masih rendah.

"Laju rupiah dapat bertahan di atas target support Rp12.070 per USD. Rentang rupiah berada di kisaran Rp12.000-11.950 per USD mengacu kurs tengah BI," papar Reza.

Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.770/USD atau menguat 195 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.965/USD. Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI di level Rp11.946/USD atau terapresiasi 31 poin dibandingkan penutupan hari terakhir pekan lalu di level Rp11.977/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved