Rupiah berakhir melemah ke Rp11.888/USD
Selasa, 03 Desember 2013 - 16:16 WIB
Rupiah berakhir melemah ke Rp11.888/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore ini terdepresiasi seiring susutnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan karena ditekan aksi jual.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.888/USD atau terdepresiasi 118 poin dibanding penutupan Senin (2/12/2013) di level Rp11.770/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.775/USD. Adapun, posisi rupiah terlemah hari ini di level Rp11.951/USD dan terkuat di level Rp11.775/USD.
Data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.885/USD, dengan kisaran harian di Rp11.765-11.895/USD. Posisi ini jatuh 120 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.765/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah sore hari ini berada pada level Rp11.888/USD atau terdepresiasi 135 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.753/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.830/USD atau terapresiasi 116 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.946/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi pergerakan IHSG yang sejak awal perdagangan dibuka negatif karena terimbas pelemahan Wall Street semalam.
"Meningkatnya data ISM manufacturing AS bulan November kembali menimbulkan ekspektasi pelaku pasar bahwa the Fed akan segera memulai melakukan pengurangan stimulus dalam waktu dekat," kata dia, Selasa (3/12/2013).
Sementara IHSG sore ini berakhir minus 33,21 poin atau 0,76 persen ke level 4.288,76 ditekan aksi jual investor asing. Sektor saham sore ini seluruhnya memerah. Sektor yang memimpin pelemahan adalah properti yang turun 1,12 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 1,06 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,72 triliun dengan 4,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp54,49 miliar. Tercatat sebanyak 91 saham naik, 164 saham melemah dan 100 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp11.888/USD atau terdepresiasi 118 poin dibanding penutupan Senin (2/12/2013) di level Rp11.770/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp11.775/USD. Adapun, posisi rupiah terlemah hari ini di level Rp11.951/USD dan terkuat di level Rp11.775/USD.
Data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.885/USD, dengan kisaran harian di Rp11.765-11.895/USD. Posisi ini jatuh 120 poin dibanding hari kemarin di level Rp11.765/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah sore hari ini berada pada level Rp11.888/USD atau terdepresiasi 135 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp11.753/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini di level Rp11.830/USD atau terapresiasi 116 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.946/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi pergerakan IHSG yang sejak awal perdagangan dibuka negatif karena terimbas pelemahan Wall Street semalam.
"Meningkatnya data ISM manufacturing AS bulan November kembali menimbulkan ekspektasi pelaku pasar bahwa the Fed akan segera memulai melakukan pengurangan stimulus dalam waktu dekat," kata dia, Selasa (3/12/2013).
Sementara IHSG sore ini berakhir minus 33,21 poin atau 0,76 persen ke level 4.288,76 ditekan aksi jual investor asing. Sektor saham sore ini seluruhnya memerah. Sektor yang memimpin pelemahan adalah properti yang turun 1,12 persen, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 1,06 persen.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,72 triliun dengan 4,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp54,49 miliar. Tercatat sebanyak 91 saham naik, 164 saham melemah dan 100 saham stagnan.
(rna)