IHSG melemah ke level 4.251
Rabu, 04 Desember 2013 - 12:04 WIB
IHSG melemah ke level 4.251
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir sesi I hari ini ditutup melemah 37,74 poin atau 0,88 persen ke level 4.251,02.
IHSG pagi tadi dibuka kembali melemah 35,48 poin atau 0,83 persen ke level 4.253,28 terimbas koreksi tiga hari berturut-turut yang melanda Wall Street.
Pelemahan IHSG hingga siang ini melanjutkan pelemahan hari kemarin, dimana IHSG ditutup jatuh 33,21 poin atau 0,76 persen ke level 4.288,76 karena ditekan aksi jual investor asing.
Pelemahan siang ini seiring dengan masih terkoreksinya mayoritas bursa kawasan Asia. Indeks Shanghai naik 28,16 poin atau 1,27 persen ke 2.250,83; Hang Seng anjlok 96,48 poin atau 0,40 persen menjadi 23.813,70; Nikkei anjlok 268,15 poin atau 1,70 persen ke 15.485,84 dan Straits Times turun 5,95 poin atau 0,19 persen menjadi 3.181,72.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,18 triliun dengan 3,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp252,37 miliar. Tercatat sebanyak 78 saham naik, 150 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Sektor saham siang ini mayoritas melemah. Sektor yang memimpin pelemahan adalah properti yang turun 1,72 persen. Sedangkan yang menguat adalah sektor perkebunana dan tambang yang masing-masing menguat 0,40 persen dan 0,94 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik Rp25 ke Rp3.250, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp20 ke Rp1.350 dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik Rp15 ke Rp375.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp39.100, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp300 menjadi Rp27.600 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp4.175.
IHSG pagi tadi dibuka kembali melemah 35,48 poin atau 0,83 persen ke level 4.253,28 terimbas koreksi tiga hari berturut-turut yang melanda Wall Street.
Pelemahan IHSG hingga siang ini melanjutkan pelemahan hari kemarin, dimana IHSG ditutup jatuh 33,21 poin atau 0,76 persen ke level 4.288,76 karena ditekan aksi jual investor asing.
Pelemahan siang ini seiring dengan masih terkoreksinya mayoritas bursa kawasan Asia. Indeks Shanghai naik 28,16 poin atau 1,27 persen ke 2.250,83; Hang Seng anjlok 96,48 poin atau 0,40 persen menjadi 23.813,70; Nikkei anjlok 268,15 poin atau 1,70 persen ke 15.485,84 dan Straits Times turun 5,95 poin atau 0,19 persen menjadi 3.181,72.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp2,18 triliun dengan 3,23 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp252,37 miliar. Tercatat sebanyak 78 saham naik, 150 saham melemah dan 84 saham stagnan.
Sektor saham siang ini mayoritas melemah. Sektor yang memimpin pelemahan adalah properti yang turun 1,72 persen. Sedangkan yang menguat adalah sektor perkebunana dan tambang yang masing-masing menguat 0,40 persen dan 0,94 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) naik Rp25 ke Rp3.250, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp20 ke Rp1.350 dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik Rp15 ke Rp375.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp39.100, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp300 menjadi Rp27.600 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp4.175.
(rna)
Lihat Juga :