Investasi minim, BKPRS dorong lahirnya regulasi Kapet

Kamis, 05 Desember 2013 - 17:29 WIB
Investasi minim, BKPRS...
Investasi minim, BKPRS dorong lahirnya regulasi Kapet
A A A
Sindonews.com - Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) meminta pemerintah pusat menegaskan posisi kawasan pengembangan ekonomi terpadu (Kapet).

Penegasan itu dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih seiring rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sejumlah lokasi di Sulawesi.

"Kita ingin Kapet dan KEK berjalan dan saling terintegrasi. Belum adanya aturan jelas dalam optimalisasi Kapet, memicu koordinasi pusat dan daerah cenderung tumpang tindih," ungkap Ketua Dewan Pembina BKPRS, Anwar Adnan Saleh, Kamis (5/12/2013).

Menurut Anwar, masih minimnya dukungan infrastruktur, kelembagaan, dan investasi, membuat Kapet di regional Sulawesi belum mampu berkontribusi banyak dalam mendorong perekonomian daerah.

Sehingga, lanjut dia, perlu ada regulasi baru dari pemerintah agar Kapet dapat bersinergi dengan Master Plan Perencanaan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Regulasi tersebut untuk memperkuat posisi Kapet agar mendapatkan alokasi pendanaan yang berasal dari struktur APBN tiap tahunnya.

Menurut Adnan yang juga menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Barat, regulasi untuk memperkuat posisi Kapet agar mendapatkan alokasi pendanaan yang berasal dari struktur APBN tiap tahunnya.

Berdasarkan Keppres No. 150/2000, pada regional Sulawesi terdapat empat lokasi Kapet di 4 provinsi yakni Kapet Parepare (Sulsel), Kapet Manado-Bitung (Sulut), Kapet Bank-Sejahtera (Sulteng) dan Kapet Palapas (Sultra).

Sementara untuk provinsi Sulawesi Barat dan Gorontalo direncanakan membentuk Kapet pada tahun depan, mengingat kedua provinsi tersebut provinsi termuda di regional Sulawesi.

Empat Kapet yang berada di regional Sulawesi berfokus pada industri berbasis komoditas daerah masing-masing, di mana sebagian besar Kapet beroritensi pada pengembangan industri pariwisata, pertanian, perkebunan, perikanan dan pengolahan.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kontribusi realisasi investasi swasta di empat Kapet di Sulawesi masih minim. Bahkan tahun ini tidak mampu menyerap penanaman modal dari investor hingga kuartal III-2013.

Realisasi investasi di regional Sulawesi hanya Rp14,8 triliun, yang terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp3 triliun sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp11,8 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan Penanaman Modal BKPM Siswantoro mengatakan, pemerintah telah memberikan insentif fiskal dalam mendorong minat investor untuk menanamkan modal di Kapet.

Insentif tersebut tersebut meliputi pengurangan penghasilan neto sebesar 30 persen (tax allowance) dari jumlah penanaman modal yang dilakukan investor di Kapet. Selain itu, investor juga diberi pilihan untuk menerapkan penyusutan dan atau amortisasi yang dipercepat, serta kompensasi kerugian fiskal mulai tahun pajak berikutnya berturut-turut maksimal 10 tahun.

Bahkan, kata dia, juga dikenakan kompensasi pengenaan PPh atas dividen yang dibayarkan subyek pajak luar negeri sebesar 10 persen atau tarif yang lebih rendah menurut persetujuan penghindaran pajak berganda yang berlaku.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
45 menit yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
1 jam yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
10 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
11 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
11 jam yang lalu
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
11 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved