IHSG melemah ke 4.180,79 ditekan aksi jual
Jum'at, 06 Desember 2013 - 16:05 WIB
IHSG melemah ke 4.180,79 ditekan aksi jual
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini makin tertekan oleh aksi jual asing. IHSG ditutup tergerus 36,11 poin atau 0,85 persen ke level 4.180,79.
IHSG pagi tadi dibuka kembali merosot 30,28 poin atau 0,72 persen ke level 4.186,61 dan IHSG pada akhir sesi I terus melemah 33,91 poin atau 0,80 persen ke level 4.182,98.
Pelemahan tersebut dipicu kembali terkoreksinya Wall Street Selama lima hari perdagangan berturut-turut dan tertekan aksi jual investor. Pelemahan ini melanjutkan koreksi yang terjadi pada hari sebelumnya, dimana IHSG ditutup minus 24,41 poin atau 0,58 persen ke level 4.216,89.
Sementara pelemahan sore ini seiring dengan terkoreksinya mayoritas bursa saham Asia. Indeks Shanghai turun 9,95 poin atau 0,44 persen ke 2.237,11; Hang Seng naik 30,53 poin atau 0,13 persen menjadi 23.743,10; Nikkei naik 122,37 poin atau 0,80 persen ke 15.299,86 dan Straits Times turun 7,21 poin atau 0,23 persen menjadi 3.117,17.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,17 triliun dengan 4,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp717,38 miliar. Tercatat sebanyak 102 saham naik, 168 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Sektor saham sore ini hampir semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah infrastruktur yang turun 1,66 persen. Sedangkan yang menguat sektor perkebunan yang naik 0,68 persen dan 1,49 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp75 ke Rp4.900, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp700 ke Rp4.000 dan PT Indospring Tbk (INDS) naik Rp50 ke Rp2.500.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp450 ke Rp39.150, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp125 menjadi Rp4.800 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp3.900.
IHSG pagi tadi dibuka kembali merosot 30,28 poin atau 0,72 persen ke level 4.186,61 dan IHSG pada akhir sesi I terus melemah 33,91 poin atau 0,80 persen ke level 4.182,98.
Pelemahan tersebut dipicu kembali terkoreksinya Wall Street Selama lima hari perdagangan berturut-turut dan tertekan aksi jual investor. Pelemahan ini melanjutkan koreksi yang terjadi pada hari sebelumnya, dimana IHSG ditutup minus 24,41 poin atau 0,58 persen ke level 4.216,89.
Sementara pelemahan sore ini seiring dengan terkoreksinya mayoritas bursa saham Asia. Indeks Shanghai turun 9,95 poin atau 0,44 persen ke 2.237,11; Hang Seng naik 30,53 poin atau 0,13 persen menjadi 23.743,10; Nikkei naik 122,37 poin atau 0,80 persen ke 15.299,86 dan Straits Times turun 7,21 poin atau 0,23 persen menjadi 3.117,17.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp4,17 triliun dengan 4,17 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp717,38 miliar. Tercatat sebanyak 102 saham naik, 168 saham melemah dan 102 saham stagnan.
Sektor saham sore ini hampir semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah infrastruktur yang turun 1,66 persen. Sedangkan yang menguat sektor perkebunan yang naik 0,68 persen dan 1,49 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp75 ke Rp4.900, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) naik Rp700 ke Rp4.000 dan PT Indospring Tbk (INDS) naik Rp50 ke Rp2.500.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp450 ke Rp39.150, PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp125 menjadi Rp4.800 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp25 menjadi Rp3.900.
(rna)
Lihat Juga :