IHSG diproyeksikan membuka peluang rebound
Senin, 09 Desember 2013 - 08:58 WIB
IHSG diproyeksikan membuka peluang rebound
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali pekan kedua bulan Desember 2013 ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada support 4.135-4.166 dan resistance 4.195-4.206.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski laju IHSG sempat berada di bawah kisaran target support 4.178-4.200, namun IHSG dapat kembali masuk dalam kisaran target support tersebut.
Dengan demikian, meskipun masih mungkin terjadi pelemahan, namun diharapkan bisa tertahan dengan tertutupnya utang gap tersebut.
"Masih ada potensi untuk menutup utang gap 4.072-4.102 bila tidak ada sentimen positif yang mampu menahan pelemahan yang terjadi," ujar Reza, Senin (9/12/2013).
Bahkan, menurut Reza, dengan menawarkan level entry yang cukup menarik maka IHSG diproyeksikan dapat membuka peluang rebound.
Sayangnya, terus membaiknya data-data ekonomi AS makin memberikan sentimen negatif karena seiring dengan masih beredarnya spekulasi pengurangan stimulus The Fed.
Adanya pemangkasan rating beberapa emiten, antara lain Qantas Airways Ltd. dan Nufarm Ltd. menjadi tambahan sentimen negatif. Di sisi lain, turunnya nilai tukar Yen seiring aksi jual obligasi lokal dapat mengimbangi sentimen negatif yang ada sehingga laju bursa saham Asia dapat menguat tipis.
Meski rilis factory orders Jerman mengalami pelemahan namun, laju bursa saham Eropa berbalik menguat seiring rilis kenaikan balance of trade Perancis dan indeks harga rumah Inggris.
Adanya kenaikan rating rekomendasi dari beberapa emiten di Jerman antara lain Deutsche Telekom AG. dan Adidas AG. turut dapat menambah sentimen positif meski rilis FO-nya turun.
Begitu pun dengan kenaikan rekomendasi London Stock Exchange Group Plc. Di sisi lain, rilis positif data-data ketenagakerjaan AS turut direspon positif.
Dirilisnya data-data positif ketenagakerjaan AS antara lain kenaikan personal dan consumer spending dan nonfarm payrolls serta penurunan unemployment rate ditanggapi positif, sehingga menguatkan bursa saham AS.
Data-data tersebut tidak hanya berimbas pada teka teki percepatan tapering off stimulus The Fed, namun juga secara pararel memberikan optimisme kepada pelaku pasar bahwa perekonomian AS semakin membaik.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, meski laju IHSG sempat berada di bawah kisaran target support 4.178-4.200, namun IHSG dapat kembali masuk dalam kisaran target support tersebut.
Dengan demikian, meskipun masih mungkin terjadi pelemahan, namun diharapkan bisa tertahan dengan tertutupnya utang gap tersebut.
"Masih ada potensi untuk menutup utang gap 4.072-4.102 bila tidak ada sentimen positif yang mampu menahan pelemahan yang terjadi," ujar Reza, Senin (9/12/2013).
Bahkan, menurut Reza, dengan menawarkan level entry yang cukup menarik maka IHSG diproyeksikan dapat membuka peluang rebound.
Sayangnya, terus membaiknya data-data ekonomi AS makin memberikan sentimen negatif karena seiring dengan masih beredarnya spekulasi pengurangan stimulus The Fed.
Adanya pemangkasan rating beberapa emiten, antara lain Qantas Airways Ltd. dan Nufarm Ltd. menjadi tambahan sentimen negatif. Di sisi lain, turunnya nilai tukar Yen seiring aksi jual obligasi lokal dapat mengimbangi sentimen negatif yang ada sehingga laju bursa saham Asia dapat menguat tipis.
Meski rilis factory orders Jerman mengalami pelemahan namun, laju bursa saham Eropa berbalik menguat seiring rilis kenaikan balance of trade Perancis dan indeks harga rumah Inggris.
Adanya kenaikan rating rekomendasi dari beberapa emiten di Jerman antara lain Deutsche Telekom AG. dan Adidas AG. turut dapat menambah sentimen positif meski rilis FO-nya turun.
Begitu pun dengan kenaikan rekomendasi London Stock Exchange Group Plc. Di sisi lain, rilis positif data-data ketenagakerjaan AS turut direspon positif.
Dirilisnya data-data positif ketenagakerjaan AS antara lain kenaikan personal dan consumer spending dan nonfarm payrolls serta penurunan unemployment rate ditanggapi positif, sehingga menguatkan bursa saham AS.
Data-data tersebut tidak hanya berimbas pada teka teki percepatan tapering off stimulus The Fed, namun juga secara pararel memberikan optimisme kepada pelaku pasar bahwa perekonomian AS semakin membaik.
(rna)
Lihat Juga :