Indeks S&P 500 cetak rekor baru

Selasa, 10 Desember 2013 - 08:42 WIB
Indeks S&P 500 cetak...
Indeks S&P 500 cetak rekor baru
A A A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat berakhir menguat, dengan indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi. Menguatnya bursa karena pelaku pasar fokus pada keputusan The Fed terkait rencana stimulusnya.

Pidato dari sejumlah pembuat kebijakan awal pekan ini menyarankan bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk segera melakukan pemangkasan pembelian obligasi. Program stimulus ini telah membantu bursa menguat.

Sementara ekonom mengharapkan The Fed mulai melakukan pemangkasan stimulus pada Maret 2014, namun kemungkinan bisa dilakukan pada bulan ini atau Januari mendatang. Federal Open Market Committee (FOMC) akan melakukan pertemuan pada 17-18 Desember 2013.

Data ekonomi AS yang kuat telah menghilangkan sejumlah kecemasan pasar mengenai akhir dari program pelonggaran kuantitatif.

"The Fed tidak akan memperketat (kebijakan moneter) dalam waktu dekat. Mereka pasti akan memangkas stimulus, tetapi jika ekonomi tidak perlu stimulus lagi," kata Kepala Strategi Pasar Saham Wells Fargo Funds Management John Manley seperti dilansir Reuters, Selasa (9/12/2013).

Indeks S&P 500 naik 26,8 persen sepanjang tahun ini. Ini merupakan kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari satu dekade.

Kenaikan ini juga didukung saham Twitter ditutup pada level tertinggi sejak perusahaan go public pada awal November 2013. Saham Twitter melonjak 9,3 persen menjadi USD49,14 dan saham Sysco Corp (SYY.N) naik 9,7 persen menjadi USD37,62.

Semalam, indeks Dow Jones naik 5,33 poin atau 0,03 persen menjadi 16.025,53; indeks S&P 500 naik 3,28 poin atau 0,18 persen menjadi 1.808,37 dan Nasdaq menguat 6,23 poin atau 0,15 persen menjadi 4.068,751.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
7 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved