Achsanul: Itu trik jatuhkan harga Bank Mutiara

Selasa, 10 Desember 2013 - 10:06 WIB
Achsanul: Itu trik jatuhkan...
Achsanul: Itu trik jatuhkan harga Bank Mutiara
A A A
Sindonews.com – Kabar yang menyebutkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Mutiara di bawah 8 persen dinilai sebagai kampanye buruk oleh anggota Komisi XI DPR Achsanul Qosasi.

Menurut Achsanul, apabila ada pemberitaan terhadap Bank Mutiara bahwa kondisi CAR-nya di bawah 8 persen merupakan bagian dari trik market para investor agar saham Bank Mutiara bisa rendah dan murah pada saat divestasi.

"Sehingga ini menguntungkan current investor dengan cara membeli saham Bank Mutiara dengan harga murah dan seminimal mungkin," kata Achsanul kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Dia menambahkan, kalau ada pemberitaan negatif terhadap Bank Mutiara, maka diharapkan harga saham Bank Mutiara jatuh.

"Pasti harga saham Bank Mutiara akan turun karena selama ini, Bank Mutiara secara dana pihak ketiga, likuiditas dia bagus, solvabilitas bagus. Kalau kita bicara masalah permodalan, itu nanti akan ada koordinasi dengan pemegang saham, yakni Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," tutur Achsanul.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho mengatakan, belum bisa memberikan keterangan terkait informasi CAR Bank Mutiara di bawah 8 persen.

"Saya belum mendapat informasi atau kabar mengenai hal itu dari unit yang menangani Bank Mutiara. Jadi belum bisa mengonfirmasi hal tersebut," kata Samsu.

Sekedar informasi, bank dinyatakan sehat jika CAR-nya minimum 8 persen. Jika di bawah 8 persen, maka bank akan diberikan dana pinjaman dari LPS atas persetujuan Bank Sentral.

Bank Mutiara sebelumnya bernama Bank Century. Bank Mutiara saat ini merupakan bank di bawah penguasaan negara melalui LPS dengan kepemilikan saham 99,99 persen, dan akan dlakukan program divestasi dalam waktu tidak lama lagi.

Sesuai UU LPS, Bank Mutiara dijual sesuai dengan harga bailout pada lima tahun pertama sebesar Rp6,7 triliun. Namun, selama lima tahun tidak ada yang memenuhi kritesia LPS dan akan dijual pada tahun ke-6, yakni mulai November 2013-November 2014.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Ada dari Negara Tetangga,...
Ada dari Negara Tetangga, Berikut 5 Bank Syariah Terbesar di Dunia
Hakim Vonis Bebas Eks...
Hakim Vonis Bebas Eks Direktur Bank Swadesi
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
8 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
8 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
9 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
9 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
10 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved