Diserang aksi ambil untung, Wall Street terkoreksi lagi
Jum'at, 13 Desember 2013 - 08:50 WIB
Diserang aksi ambil untung, Wall Street terkoreksi lagi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks di Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat melanjutkan koreksi setelah meningkatnya penjualan retail pada bulan November.
Hal ini menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (As) cukup kuat, sehingga mendorong the Fed mempercepat untuk mengurangi stimulus moneternya.
Koreksi lanjutan tersebut dipicu aksi ambil untung, dimana investor menjual sejumlah saham untuk mendapatkan keuntungan dari reli tahun ini. Indeks S&P 500 akan menutup kinerja tahunan terkuat lebih dari satu dekade.
"Aktivitas akhir tahun mengaburkan reaksi sejumlah berita ekonomi. Pasar saham sepertinya mencoba menebak-nebak reaksi the fed terkait data ekonomi baru-baru ini, tapi saya tidak yakin pasar tahu bagaimana bereaksi terhadap berita baik dan buruk," kata analis Fenimore Asset Management Drew Wilson seperti dilansir Reuters, Jumat (13/13/2013).
Banyak pelaku pasar mengharapkan the Fed mengumumkan pemangkasan stimulus pada bulan Maret 2014, namun data ekonomi yang positif dan kesepakatan anggaran bipartisan akan memepercepat langkah the Fed tersebut.
Pasar diperkirakan akan lebih tidak stabil menjelang pertemuan Fed. Sementara The Fed akan melakukan pertemuan pada awal pekan depan.
Semalam, indeks Dow Jones turun 104,10 poin atau 0,66 persen menjadi 15.739,43; indeks S&P 500 terkoreksi 6,72 poin atau 0,38 persen menjadi 1.775,50 dan Nasdaq minus 5,41 poin atau 0,14 persen menjadi3.998,403.
Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Angka tersebut sedikit di atas rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,1 miliar.
Hal ini menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (As) cukup kuat, sehingga mendorong the Fed mempercepat untuk mengurangi stimulus moneternya.
Koreksi lanjutan tersebut dipicu aksi ambil untung, dimana investor menjual sejumlah saham untuk mendapatkan keuntungan dari reli tahun ini. Indeks S&P 500 akan menutup kinerja tahunan terkuat lebih dari satu dekade.
"Aktivitas akhir tahun mengaburkan reaksi sejumlah berita ekonomi. Pasar saham sepertinya mencoba menebak-nebak reaksi the fed terkait data ekonomi baru-baru ini, tapi saya tidak yakin pasar tahu bagaimana bereaksi terhadap berita baik dan buruk," kata analis Fenimore Asset Management Drew Wilson seperti dilansir Reuters, Jumat (13/13/2013).
Banyak pelaku pasar mengharapkan the Fed mengumumkan pemangkasan stimulus pada bulan Maret 2014, namun data ekonomi yang positif dan kesepakatan anggaran bipartisan akan memepercepat langkah the Fed tersebut.
Pasar diperkirakan akan lebih tidak stabil menjelang pertemuan Fed. Sementara The Fed akan melakukan pertemuan pada awal pekan depan.
Semalam, indeks Dow Jones turun 104,10 poin atau 0,66 persen menjadi 15.739,43; indeks S&P 500 terkoreksi 6,72 poin atau 0,38 persen menjadi 1.775,50 dan Nasdaq minus 5,41 poin atau 0,14 persen menjadi3.998,403.
Sekitar 6,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS. Angka tersebut sedikit di atas rata-rata sepanjang bulan ini sebanyak 6,1 miliar.
(rna)
Lihat Juga :