Ini kata bos Pelindo II soal mundurnya 21 pejabat
Jum'at, 13 Desember 2013 - 11:32 WIB
Ini kata bos Pelindo II soal mundurnya 21 pejabat
A
A
A
Sindonews.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) II memastikan seluruh jajaran general manager dari cabang pelabuhan di bawah naungan perseroan menjamin layanan bongkar muat dan seluruh aktivitas di pelabuhan tetap berjalan normal.
Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengatakan, yang terjadi adalah peletakan jabatan oleh 21 pejabat yang ada di lingkungan perseroan. Surat permohonan peletakan jabatan tersebut telah ditolak oleh direksi dan karyawan diminta untuk kembali melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Sementara itu, surat resmi pengajuan pengunduran diri dari Direktur SDM dan Umum Cipto Pramono kepada Direktur Utama IPC dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah diproses. Sebagai BUMN, keputusan pengunduran diri tersebut baru berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN.
“Kami sedang melewati masa transformasi, dimana kejadian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sedang berubah dan proses pendewasaan serta pembelajaran organisasi dalam menghadapi perubahan,” ujar Lino dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan normal, pergantian pejabat menjadi salah satu bagian dalam proses jaminan akan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Selain itu, perseroan juga sedang melakukan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok, pemutakhiran Sistem IT kepelabuhanan, membangun Terminal Operation System di Terminal 1 dan 2 Pelabuhan Tanjung Priok, menransformasi pengelolaan kapal, standarisasi proses dan sistem IT di Terminal Mobil Tanjung Priok.
Selain itu, mempersiapkan dan membangun sistem radar atau vessel traffic information system, membangun warehouse management system untuk pengelolaan gudang yang lebih baik, membangun sevice center outlet yang merupakan pusat layanan terpadu bagi pengguna jasa kepelabuhanan, penataan dan penguatan dermaga; gudang; warehouse;dan fasilitas lainnya disemua pelabuhan di bawah naungan perseroan.
Guna mendukung seluruh kegiatan tersebut, Pelindo II secara serentak juga melakukan transformasi di bidang sistem keuangan dan simplifikasi prosedur. Pada saat yang sama dilakukan program-program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Kami saat ini sedang melakukan perubahan dalam banyak hal secara bersamaan, dimana hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya, bahkan mungkin belum pernah dilakukan oleh perusahaan lainnya," ujar dia.
Dia menjelaskan, proses metamorphosis yang saat ini dilakukan perseroan akan membawa perbedaan sangat jauh dan akan membuat Pelindo II menjadi perusahaan yang lebih agile dan dinamis.
"Akan selalu ada situasi tertentu dimana kejadian seperti ini menjadi bagian dari proses perubahan besar, yang saya yakini akan membawa perseroan menjadi lebih baik dan dapat mengejar ketinggalan,” tutur Lino.
Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengatakan, yang terjadi adalah peletakan jabatan oleh 21 pejabat yang ada di lingkungan perseroan. Surat permohonan peletakan jabatan tersebut telah ditolak oleh direksi dan karyawan diminta untuk kembali melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Sementara itu, surat resmi pengajuan pengunduran diri dari Direktur SDM dan Umum Cipto Pramono kepada Direktur Utama IPC dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini tengah diproses. Sebagai BUMN, keputusan pengunduran diri tersebut baru berlaku setelah mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN.
“Kami sedang melewati masa transformasi, dimana kejadian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sedang berubah dan proses pendewasaan serta pembelajaran organisasi dalam menghadapi perubahan,” ujar Lino dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (13/12/2013).
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan normal, pergantian pejabat menjadi salah satu bagian dalam proses jaminan akan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Selain itu, perseroan juga sedang melakukan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok, pemutakhiran Sistem IT kepelabuhanan, membangun Terminal Operation System di Terminal 1 dan 2 Pelabuhan Tanjung Priok, menransformasi pengelolaan kapal, standarisasi proses dan sistem IT di Terminal Mobil Tanjung Priok.
Selain itu, mempersiapkan dan membangun sistem radar atau vessel traffic information system, membangun warehouse management system untuk pengelolaan gudang yang lebih baik, membangun sevice center outlet yang merupakan pusat layanan terpadu bagi pengguna jasa kepelabuhanan, penataan dan penguatan dermaga; gudang; warehouse;dan fasilitas lainnya disemua pelabuhan di bawah naungan perseroan.
Guna mendukung seluruh kegiatan tersebut, Pelindo II secara serentak juga melakukan transformasi di bidang sistem keuangan dan simplifikasi prosedur. Pada saat yang sama dilakukan program-program peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Kami saat ini sedang melakukan perubahan dalam banyak hal secara bersamaan, dimana hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya, bahkan mungkin belum pernah dilakukan oleh perusahaan lainnya," ujar dia.
Dia menjelaskan, proses metamorphosis yang saat ini dilakukan perseroan akan membawa perbedaan sangat jauh dan akan membuat Pelindo II menjadi perusahaan yang lebih agile dan dinamis.
"Akan selalu ada situasi tertentu dimana kejadian seperti ini menjadi bagian dari proses perubahan besar, yang saya yakini akan membawa perseroan menjadi lebih baik dan dapat mengejar ketinggalan,” tutur Lino.
(rna)
Lihat Juga :