Rupiah berakhir di level Rp12.105/USD
Senin, 16 Desember 2013 - 16:29 WIB
Rupiah berakhir di level Rp12.105/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini ditutup mendatar di tengah kembali memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp12.105/USD. Posisi sore ini mendatar dibanding penutupan Jumat (13/12/2013) di level Rp12.106/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp12.135/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.051/USD dan terlemah di level Rp12.140/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.105/USD atau melemah 24 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.081/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp12.133/USD atau melemah 52 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.081/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi gerak IHSG. "Negatifnya IHSG pada perdagangan hari ini menandakan risk appetite dari pelaku pasar," kata dia, Senin (16/12/2013).
Sentimen global, terutama dari Amerika Serikat (AS) yang masih menyelimuti pasar keuangan domestik di tengah munculnya ekspektasi pengurangan stimulus didorong membaiknya data-data ekonomi AS pada November dan pertengahan Desember memberi pengaruhi pada nilai tukar rupiah.
Sementara IHSG sore ini, ditutup anjlok 48,87 poin atau 1,17 persen ke level 4.125,96 karena ditekan aksi jual investor asing. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,06 triliun dengan 4,41 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp191,27 miliar. Tercatat sebanyak 72 saham naik, 193 saham melemah dan 101 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini ditutup pada level Rp12.105/USD. Posisi sore ini mendatar dibanding penutupan Jumat (13/12/2013) di level Rp12.106/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka di level Rp12.135/USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.051/USD dan terlemah di level Rp12.140/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.105/USD atau melemah 24 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.081/USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp12.133/USD atau melemah 52 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.081/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi gerak IHSG. "Negatifnya IHSG pada perdagangan hari ini menandakan risk appetite dari pelaku pasar," kata dia, Senin (16/12/2013).
Sentimen global, terutama dari Amerika Serikat (AS) yang masih menyelimuti pasar keuangan domestik di tengah munculnya ekspektasi pengurangan stimulus didorong membaiknya data-data ekonomi AS pada November dan pertengahan Desember memberi pengaruhi pada nilai tukar rupiah.
Sementara IHSG sore ini, ditutup anjlok 48,87 poin atau 1,17 persen ke level 4.125,96 karena ditekan aksi jual investor asing. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,06 triliun dengan 4,41 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp191,27 miliar. Tercatat sebanyak 72 saham naik, 193 saham melemah dan 101 saham stagnan.
(rna)